![]() |
| Gubernur Sumbar saat pembukaan Minang Fest 2026 |
PADANG, politicnewss.id — Minang Halal Fest 2026 resmi dibuka! Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara langsung membuka ajang bergengsi ekonomi syariah tersebut di kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Jumat (16/1/2026).
Event yang digelar selama 16–18 Januari 2026 ini menjadi momentum penting bagi Sumbar dalam memperkuat ekosistem halal dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa Minang Halal Fest merupakan bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekonomi umat berbasis nilai-nilai syariah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengapresiasi Bank Indonesia, panitia, serta seluruh mitra yang telah menginisiasi Minang Halal Fest 2026. Semoga kegiatan ini memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menilai ekonomi dan keuangan syariah kini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sumatera Barat, kata dia, memiliki modal sosial, budaya, dan religius yang kuat untuk tampil sebagai daerah unggulan dalam ekosistem halal nasional.
“Nilai syariah telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau melalui falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Karena itu, industri halal dan keuangan syariah sangat relevan dengan jati diri Ranah Minang,” tegasnya.
Kabar baik juga datang bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Pada tahun 2026, Sumbar memperoleh lebih dari 32 ribu kuota Sertifikasi Halal Gratis melalui Program SEHATI dari BPJPH.
“Ini peluang besar untuk meningkatkan daya saing UMK Sumbar. Kita harus manfaatkan kuota ini secara maksimal,” kata Mahyeldi.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pendamping halal, perbankan syariah, dan pelaku usaha agar proses sertifikasi berjalan cepat dan tepat sasaran.
Minang Halal Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sarana literasi dan edukasi halal lifestyle. Beragam agenda digelar, mulai dari simposium, bazar halal, kompetisi, hingga talkshow ekonomi syariah.
Gubernur Mahyeldi juga menyoroti peran strategis masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
“Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat literasi, penguatan ekonomi nagari, dan pengembangan keuangan syariah berbasis komunitas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Rifki Ismal, menegaskan komitmen BI dalam mendukung penguatan peran Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sebagai pusat aktivitas ekonomi syariah.
“Minang Halal Fest kami harapkan menjadi ruang kolaborasi dan langkah konkret memperkuat literasi serta pengembangan ekonomi syariah, baik di Sumatera Barat maupun nasional,” tutup Rifki.
Berita Terkait
Penertiban PETI Berlanjut, Tim Terpadu Temukan Alat Berat di Duo Koto Pasaman
Sekdaprov Sumbar Tinjau Penanganan Bencana di Kabupaten Solok, Normalisasi Sungai Terus Dikebut
Tim Terpadu PETI Sumbar Mulai Bergerak Lakukan Pencegahan dan Penertiban Aktivitas Tambang Ilegal
Anggaran Pendidikan Sumbar 2026 Aman, DPRD Tegaskan Tak Terdampak Pergeseran Dana Bencana
