![]() |
| Wali Kota Padang Fadly Amran |
PADANG, politicnewss.id — Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi terhadap kritik yang dilontarkan Anggota DPRD Kota Padang terkait penanganan kekeringan di sejumlah wilayah. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari kolaborasi antarlembaga dalam mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi.
Namun demikian, Fadly menegaskan bahwa setiap kritik seharusnya disampaikan berdasarkan data yang valid dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
“Sekitar lima hari lalu, Pemko Padang sudah menginisiasi rapat bersama BPBPK dan Pemprov Sumbar untuk memetakan persoalan kekeringan. Alhamdulillah, hari ini Daerah Irigasi Lubuk Minturun yang menjadi kewenangan Kota Padang sudah kembali teraliri air. Sebelumnya, bagian kanan irigasi di Koto Tuo juga sudah normal,” ujar Fadly Amran, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, Pemko Padang telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik kekeringan di wilayah kota. Hasil pemetaan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengajuan permohonan dukungan kepada Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK).
“Kami sudah mengajukan sebanyak 264 titik kekeringan yang membutuhkan penanganan segera, lengkap by name by address. Sambil menunggu realisasi penanganan, Pemko Padang bersama stakeholder terus melakukan dropping air bersih ke wilayah terdampak. Hingga hari ini, sekitar 27 hingga 28 juta meter kubik air bersih telah disalurkan kepada masyarakat,” jelasnya.
Fadly menegaskan, Pemko Padang bersama seluruh pihak terkait terus bekerja dengan intensitas tinggi untuk mengatasi dampak bencana, khususnya krisis air bersih yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga : Wali Kota Padang: Pencopotan Direksi Bukan Solusi Atasi Krisis Air Bersih
“Kami yakin semua pihak bekerja secara maksimal, mulai dari DPR RI, kementerian melalui balai, Pemprov, perguruan tinggi, ormas hingga relawan. Tentu ada pembagian kewenangan dan tupoksi sesuai aturan, namun yang paling penting adalah semangat bersama untuk segera pulih dari dampak bencana,” pungkasnya.
