Lisda Hendrajoni Tegaskan Loyalitas di NasDem, Isu Beda Arah Politik Keluarga Jadi Sorotan

 

Lisda Hendrajoni saat bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh

JAKARTA, politicnewss.id  — Anggota DPR RI Dr. Hj. Lisda Hendrajoni kembali menegaskan posisi politiknya dengan tetap kukuh berada di Partai NasDem. Hal itu terlihat dari keikutsertaannya dalam sejumlah agenda resmi Partai NasDem di Jakarta bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), yang turut dihadiri langsung Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

Melalui unggahan di media sosial, Lisda—yang akrab disapa Bunda Lisda—tampak hadir dan berinteraksi hangat dengan Surya Paloh. Sejumlah foto kebersamaan keduanya pun beredar luas dan menjadi perhatian publik. Kehadiran tersebut sekaligus menegaskan peran aktif Lisda sebagai kader NasDem di tingkat nasional.

Baca Juga : Hendrajoni Resmi Gabung PSI, Kaesang Langsung Pasangkan Jaket di Rakernas Makassar

Baca Juga : HUT ke-45 PPM Sumbar, Evi Yandri Ajak Kader Kobarkan Semangat Perjuangan dan Kebangsaan

Momen itu menjadi sorotan tersendiri di tengah dinamika politik keluarga Hendrajoni–Lisda. Pasalnya, suami Lisda yang juga Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, belakangan tampil mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jaket tersebut dipasangkan langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam forum Musyawarah Nasional PSI di Makassar, Sulawesi Selatan.

Situasi ini memicu beragam spekulasi di ruang publik terkait arah afiliasi politik pasangan politisi tersebut. Publik mempertanyakan kemungkinan perbedaan haluan politik, mengingat Lisda masih berstatus sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, sementara Hendrajoni menunjukkan kedekatan simbolik dengan PSI.

Meski demikian, pengamat menilai perbedaan afiliasi partai dalam satu keluarga bukanlah hal baru dalam politik Indonesia. Fenomena tersebut kerap terjadi dan tidak selalu dimaknai sebagai konflik politik ataupun pergeseran ideologi. Sistem demokrasi multipartai memberi ruang luas bagi pilihan politik individual, termasuk dalam lingkup keluarga inti.

Dalam konteks ini, kehadiran Lisda dalam forum resmi NasDem justru memperjelas sikap politiknya. Ia tetap konsisten menjalankan mandat sebagai wakil rakyat dari partai yang mengusungnya, tanpa terpengaruh dinamika politik personal anggota keluarga.

Baca Juga : Sinergi Pemerintah dan Komunitas Dorong Pemulihan Warga Pascabencana di Sumbar

Baca Juga : Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Tegaskan Arah Baru Kebijakan Energi Nasional

Sementara itu, langkah Hendrajoni dinilai sebagai bagian dari komunikasi politik lintas partai yang lazim dilakukan kepala daerah. Relasi antarelite politik kerap bersifat cair dan pragmatis, seiring kebutuhan membangun jejaring dan stabilitas pemerintahan.

Dengan demikian, tampilnya Lisda di panggung NasDem dan kehadiran Hendrajoni dalam forum PSI dapat dipahami sebagai dua langkah politik yang berjalan paralel. Dalam lanskap politik modern yang dinamis, perbedaan pilihan tersebut justru mencerminkan fleksibilitas dan kompleksitas relasi politik di era demokrasi terbuka.