Iklan

Gubernur Mahyeldi Minta Program Mitigasi Bencana di Sumbar Tetap Berjalan, Pergantian Kepala BMKG Tak Ganggu Sinergi

Jumat, 24 Juli 2026, 3:22:00 PM WIB Last Updated 2026-07-24T08:22:11Z

 

Gubernur Mahyeldi saat menerima kunjungan perpisahan Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi


PADANG, politicnewss.id – Pergantian kepemimpinan di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat dipastikan tidak akan mengganggu penguatan mitigasi bencana di Ranah Minang. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan seluruh program yang telah dibangun bersama BMKG harus terus dilanjutkan demi meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.


Penegasan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menerima kunjungan perpisahan Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (24/7/2026). Suaidi mendapat amanah baru sebagai Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung setelah hampir dua tahun bertugas di Sumatera Barat.


Mahyeldi mengapresiasi kontribusi Suaidi yang dinilai berhasil memperkuat koordinasi antara BMKG dan Pemerintah Provinsi Sumbar, terutama dalam penyampaian informasi peringatan dini dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.


"Terima kasih atas dedikasi dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Saya berharap seluruh program yang sudah dirancang bersama tidak berhenti, tetapi terus dikembangkan oleh kepemimpinan yang baru," kata Mahyeldi.


Menurutnya, Sumatera Barat merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi sehingga kolaborasi antara pemerintah daerah dan BMKG menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.


Ia juga meminta agar hubungan baik yang selama ini terjalin tetap dipertahankan, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada BMKG RI atas dukungan dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di Sumbar.


Sementara itu, Suaidi Ahadi menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumbar yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program BMKG. Selama menjabat sebagai Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang sekaligus Koordinator BMKG Sumbar, ia menilai koordinasi lintas instansi berjalan sangat baik.


"Kolaborasi dengan BPBD, Diskominfo, hingga pemerintah kabupaten dan kota membuat penyebaran informasi kebencanaan dapat dilakukan lebih cepat. Sumatera Barat termasuk daerah yang sangat responsif terhadap setiap informasi yang kami keluarkan," ujarnya.


Suaidi juga mengungkapkan bahwa jabatan Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang selanjutnya akan diemban oleh Toni, yang saat ini masih menyelesaikan tugas di Manado sebelum resmi bertugas di Sumbar.

.

Selain berpamitan, Suaidi turut membawa kabar baik. Pada 30 September 2026 mendatang, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Pesisir Selatan dijadwalkan menerima penghargaan Tsunami Ready Community dari UNESCO. Pengakuan tersebut akan semakin mengukuhkan Sumatera Barat sebagai provinsi dengan jumlah kawasan Tsunami Ready Community terbanyak di Indonesia.


Tak hanya itu, Kepala BMKG RI juga dijadwalkan hadir di Padang pada akhir September untuk menjadi pembicara utama dalam Indonesia Conference on Disaster Management (ICDM) sekaligus menyerahkan sertifikat UNESCO bersama Gubernur Sumbar.


Meski akan melanjutkan tugas di Bandung, Suaidi memastikan komitmennya untuk tetap memberikan dukungan terhadap berbagai program mitigasi bencana yang telah dirintis di Sumatera Barat.


"Saya tetap akan ikut mengawal program-program yang telah dibangun bersama demi meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Sumatera Barat," tegasnya.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Minta Program Mitigasi Bencana di Sumbar Tetap Berjalan, Pergantian Kepala BMKG Tak Ganggu Sinergi
  • 0

Terkini