![]() |
| Gubernur Mahyeldi lepas keberangkatan penerima beasiswa sawit |
PADANG PARIAMAN, politicnewss.id — Momen haru mewarnai pelepasan ratusan putra-putri Sumatera Barat yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program Beasiswa Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) Tahun Akademik 2026–2027.
Sebanyak 340 penerima beasiswa resmi dilepas keberangkatannya oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Senin (21/9/2026).
Para penerima beasiswa tersebut akan melanjutkan pendidikan di 42 perguruan tinggi yang berada di sejumlah daerah, di antaranya Solo, Bekasi, Bandung dan Yogyakarta. Mereka berasal dari keluarga yang memiliki keterkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit.
Di hadapan para penerima dan orang tua, Mahyeldi berpesan agar kesempatan memperoleh pendidikan tersebut benar-benar dimanfaatkan. Ia meminta para mahasiswa tidak menyia-nyiakan dukungan yang telah diberikan melalui program beasiswa.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Ikuti pendidikan dengan sebaik-baiknya demi meraih masa depan yang lebih baik,” pesan Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, program beasiswa SDMPKS tidak sekadar memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga membuka jalan bagi anak-anak keluarga petani dan pekerja sawit untuk memperoleh pendidikan tinggi hingga menyelesaikan studi.
Pada tahun 2026, sebanyak 625 calon mahasiswa asal Sumbar sebelumnya direkomendasikan melalui Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 340 orang ditetapkan sebagai penerima manfaat dana BPDPKS.
Para penerima akan memperoleh dukungan pendidikan hingga menyelesaikan studi pada jenjang Diploma maupun Sarjana.
“Anak-anak Bapak, Ibu semuanya ini akan mendapatkan beasiswa sampai tamat nantinya, sampai selesai menjadi sarjana. Semoga mereka selalu dimudahkan Allah dalam segala proses mulai dari awal hingga tamat nanti,” ujar Mahyeldi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPDPKS, APKASINDO, Dinas Pendidikan serta Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura dan berbagai pihak yang ikut mendukung terlaksananya program tersebut.
Bagi Mahyeldi, perluasan akses pendidikan bagi anak-anak keluarga petani sawit merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sumatera Barat.
Kepada para orang tua, Mahyeldi juga menyampaikan pesan agar melepas anak-anak mereka dengan doa dan dukungan. Meski harus berpisah untuk sementara karena anak menempuh pendidikan di luar daerah, orang tua diminta tetap memberikan semangat.
“Bapak/Ibu jangan berhiba hati. Lepas mereka, berikan semangat supaya mereka bisa melaksanakan pendidikan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi turut membagikan pengalaman pribadinya untuk menyemangati para mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana dan pernah menjalani kehidupan sebagai anak seorang buruh.
“Saya ini sesungguhnya adalah anak seorang buruh angkat di Pasar Bawah, Bukittinggi. Alhamdulillah, saat ini bisa menjadi Gubernur,” tuturnya.
Kisah tersebut disampaikan Mahyeldi untuk mengingatkan para penerima beasiswa bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah akhir dari perjuangan. Pendidikan dan kemauan untuk terus berusaha, menurutnya, dapat menjadi jalan untuk mengubah masa depan.
Program SDMPKS sendiri merupakan program pendidikan yang pendanaannya bersumber dari BPDPKS dan dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. APKASINDO turut berperan sebagai fasilitator dalam menjembatani masyarakat perkebunan dengan pemerintah, mulai dari sosialisasi, penjaringan calon penerima hingga pendampingan proses pendaftaran.
Dengan keberangkatan 340 penerima tahun ini, program tersebut diharapkan tidak hanya membantu anak-anak keluarga sawit memperoleh pendidikan tinggi, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia asal Sumbar yang kelak dapat kembali berkontribusi bagi daerah dan sektor perkebunan.
