Iklan

Dies Natalis ke-70 Unand, Gubernur Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Senin, 14 September 2026, 8:29:00 PM WIB Last Updated 2026-09-14T13:29:32Z

 

Gubernur Mahyeldi saat menghadiri Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-70 atau Lustrum XIV Universitas Andalas di Auditorium Unand, Limau Manis

PADANG, politicnewss.id — Memasuki usia tujuh dekade, Universitas Andalas (Unand) didorong untuk semakin memperkuat perannya sebagai pusat ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan penelitian yang berakhir sebagai publikasi akademik. Lebih dari itu, hasil riset perlu diolah menjadi inovasi yang bisa diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-70 atau Lustrum XIV Universitas Andalas di Auditorium Unand, Limau Manis, Padang, Senin (14/9/2026).


Menurut Mahyeldi, perjalanan 70 tahun Unand merupakan bukti panjangnya kontribusi perguruan tinggi tersebut dalam mencetak sumber daya manusia sekaligus ikut mendorong pembangunan di Sumatera Barat maupun Indonesia.


“Selamat kepada seluruh keluarga besar Universitas Andalas yang telah memasuki usia 70 tahun. Tujuh dekade merupakan perjalanan panjang yang diisi dengan berbagai kontribusi bagi dunia pendidikan, masyarakat dan pembangunan,” ujar Mahyeldi.


Ia menilai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini jauh berbeda dibanding masa sebelumnya. Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, perubahan iklim, persoalan pangan, energi, kesehatan hingga dinamika sosial membutuhkan jawaban berbasis ilmu pengetahuan.


Dalam kondisi tersebut, kata Mahyeldi, kampus memiliki posisi penting untuk menghadirkan penelitian yang tidak hanya kuat dari sisi akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.


“Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang dapat menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.


Mahyeldi juga melihat Sumatera Barat memiliki banyak sektor yang bisa menjadi ruang pengembangan riset aplikatif. Di antaranya pertanian, perikanan, kesehatan, lingkungan, energi, pariwisata, ekonomi kreatif hingga pengembangan adat dan budaya Minangkabau.


Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Unand terus diperluas sehingga hasil penelitian dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun kebijakan maupun menghadirkan solusi di tengah masyarakat.


“Kita berharap riset yang dilakukan tidak berhenti pada laporan atau publikasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi inovasi, kebijakan maupun teknologi yang memberikan manfaat nyata,” tuturnya.


Selain pengembangan riset, Mahyeldi turut mengapresiasi berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Unand. Salah satunya melalui program kuliah kerja nyata (KKN) yang dinilai menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan di kampus dengan kebutuhan masyarakat di daerah.


Menurutnya, kegiatan pengabdian tersebut dapat terus diarahkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan ekonomi, termasuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Sumatera Barat.


Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga menyambut peluncuran aplikasi Student Connect. Digitalisasi layanan tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya Unand meningkatkan kualitas pelayanan bagi mahasiswa dan sivitas akademika.


Di sisi lain, memasuki usia 70 tahun, Unand diharapkan tidak hanya fokus menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik. Mahyeldi menekankan pentingnya membentuk generasi yang kritis, kreatif, adaptif, mampu bekerja sama serta memiliki integritas.


Nilai-nilai keilmuan tersebut, menurutnya, dapat berjalan beriringan dengan karakter dan budaya Minangkabau.


Falsafah “alam takambang jadi guru” dinilai memiliki relevansi kuat dengan semangat pengembangan ilmu pengetahuan karena mendorong manusia untuk terus belajar dari lingkungan, pengalaman dan kehidupan sosial.


“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memandang Universitas Andalas sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media dan masyarakat harus terus diperkuat,” jelasnya.


Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menyampaikan bahwa peringatan Dies Natalis ke-70 menjadi momentum bagi Unand untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus mempersiapkan langkah universitas menghadapi tantangan di masa mendatang.


Tujuh dekade perjalanan Unand, menurutnya, menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta kontribusi universitas bagi pembangunan.

Komentar

Tampilkan

  • Dies Natalis ke-70 Unand, Gubernur Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi
  • 0

Terkini