Iklan

Pemprov Sumbar Kawal Percepatan Tol Bukittinggi–Sicincin, Pendekatan Persuasif Jadi Kunci

Minggu, 13 September 2026, 8:10:00 AM WIB Last Updated 2026-09-13T01:10:58Z

 

Rapat Pembahasan Persiapan dan Percepatan Pembangunan Tol Pekanbaru–Padang ruas Bukittinggi–Sicincin di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Jati, Kota Padang


PADANG, politicnewss.id — Proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bukittinggi–Sicincin terus didorong agar segera memasuki tahapan penting. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan akan ikut mengawal setiap proses, terutama yang berkaitan dengan sosialisasi dan pembebasan lahan masyarakat.


Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mengatakan pemerintah daerah siap terlibat langsung dalam proses komunikasi dengan warga yang berada di sepanjang kawasan pembangunan tol.


Hal itu disampaikannya saat mengikuti Rapat Pembahasan Persiapan dan Percepatan Pembangunan Tol Pekanbaru–Padang ruas Bukittinggi–Sicincin di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Jati, Kota Padang, Kamis (10/9/2026).


Menurut Arry, percepatan pembangunan tidak cukup hanya dilakukan melalui koordinasi antarlembaga. Komunikasi dengan masyarakat dan ninik mamak juga menjadi bagian penting agar proses di lapangan dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan sosial.


“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap turun langsung ke lapangan, melakukan pendekatan secara persuasif dan berdialog dengan masyarakat serta ninik mamak yang terdampak,” ujar Arry.


Ia menyebut Pemprov Sumbar mendukung percepatan seluruh tahapan pembangunan, termasuk sosialisasi, pembebasan lahan hingga proses penetapan lokasi (penlok).


Namun, percepatan tersebut tetap harus dilakukan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan.


“Prinsipnya kita mendukung percepatan. Namun, prosesnya harus kita kawal bersama agar berjalan baik dan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian,” katanya.


Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengungkapkan bahwa pembahasan terkait trase dan lokasi exit tol untuk ruas Bukittinggi–Sicincin telah menemui titik kesepakatan.


Exit tol direncanakan berada di kawasan Pasar Amor, Kabupaten Agam. Sementara itu, trase terbaru disebut tidak lagi melintasi kawasan Kubang Putih.


Andre menegaskan pembangunan jalan tol tersebut juga memperhitungkan keberadaan permukiman warga sehingga tidak sampai membelah kawasan kampung.


“Ndak ado kampung dibelah,” tegas Andre.


Ia menjelaskan, untuk kawasan tertentu seperti Banuhampu, pemerintah menyiapkan jaringan jalan bypass sebagai akses pendukung, bukan menjadikan wilayah tersebut sebagai lintasan utama jalan tol.


Andre bersama Pemprov Sumbar juga berkomitmen mendatangi langsung sejumlah jorong yang masuk dalam wilayah terdampak. Dialog dengan masyarakat dan ninik mamak dinilai penting untuk membangun kesepahaman sebelum proses pembebasan lahan dilaksanakan.


Menurutnya, komunikasi langsung di lapangan diharapkan mampu mempercepat proses sekaligus memastikan masyarakat memperoleh hak sesuai ketentuan, termasuk melalui prinsip ganti untung.


Andre juga menargetkan proses pembebasan lahan untuk seksi Sicincin–Bukittinggi dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan pengalaman pembangunan ruas Padang–Sicincin.


“Kalau yang Padang–Sicincin prosesnya bertahun-tahun, kita berharap yang ini bisa diselesaikan dalam hitungan bulan. Tentu dengan dukungan semua pihak dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.

Komentar

Tampilkan

  • Pemprov Sumbar Kawal Percepatan Tol Bukittinggi–Sicincin, Pendekatan Persuasif Jadi Kunci
  • 0

Terkini