Iklan

Pesan Gubernur Mahyeldi untuk Pemimpin: Jabatan Bukan Segalanya, Amanah yang Utama

Selasa, 01 September 2026, 8:59:00 PM WIB Last Updated 2026-09-01T13:59:42Z
Gubernur Sumbar Mahyeldi

DEPOK, politicnewss.id — Menjadi pemimpin bukan sekadar soal kemampuan mengambil keputusan atau menguasai berbagai persoalan. Lebih dari itu, seorang pemimpin dituntut memiliki integritas, akhlak, nilai moral, serta mampu menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya.


Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah ketika menjadi keynote speaker dalam Kuliah Umum bertajuk “Kepemimpinan Nasional sebagai Kunci Pembinaan SDM Unggul Bangsa” di Institute SEBI, Depok, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).


Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan launching dan bedah buku “40 Petunjuk Langit untuk Pemimpin dan Penguasa”.


Di hadapan peserta kuliah umum, Mahyeldi menekankan bahwa kualitas kepemimpinan memiliki pengaruh besar terhadap masa depan bangsa. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak boleh hanya berorientasi pada kecerdasan akademik dan kemampuan teknis, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan karakter.


“Pemimpin bukan hanya orang yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan, tetapi juga orang yang mampu memberikan keteladanan dan memastikan setiap kewenangan yang dimiliki digunakan untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Mahyeldi.


Ia menjelaskan, seorang pemimpin memiliki ruang pengaruh yang luas. Setiap kebijakan yang dibuat dapat membawa manfaat, namun pada saat yang sama juga berpotensi menimbulkan dampak apabila tidak dilandasi tanggung jawab dan nilai moral.


Karena itu, menurut Mahyeldi, kepemimpinan harus ditempatkan sebagai amanah. Kekuasaan tidak semestinya dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan instrumen untuk memberikan pelayanan, menegakkan keadilan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.


Pandangan tersebut, kata Mahyeldi, sejalan dengan pesan yang terkandung dalam buku “40 Petunjuk Langit untuk Pemimpin dan Penguasa”. Buku yang menghimpun hadis-hadis Nabi Muhammad SAW mengenai kepemimpinan itu dinilainya relevan sebagai bahan refleksi bagi siapa pun yang mendapatkan amanah kekuasaan.


“Kami melihat bahwa buku 40 Petunjuk Langit untuk Pemimpin dan Penguasa adalah pengingat yang tegas sekaligus lembut, bahwa kekuasaan bukan tujuan, melainkan alat untuk menegakkan keadilan,” katanya.


Mahyeldi juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata dapat dilihat dari berapa lama seseorang menduduki jabatan atau seberapa besar kewenangan yang berada di tangannya.


Justru, kata dia, keberhasilan kepemimpinan harus dilihat dari manfaat yang ditinggalkan dan seberapa besar kemaslahatan yang mampu diwujudkan bagi masyarakat.


“Pemimpin sejati diukur bukan oleh lamanya berkuasa, tetapi oleh seberapa besar maslahat yang dihasilkannya,” tegas Mahyeldi.


Ia menilai, kepemimpinan yang kehilangan landasan nilai akan mudah terjebak pada penyalahgunaan kewenangan. Sebaliknya, pemimpin yang menjadikan akhlak dan nilai-nilai Ilahiah sebagai pijakan akan memiliki arah moral yang kuat dalam menjalankan tanggung jawabnya.


“Kekuasaan tanpa akhlak akan rapuh, dan kepemimpinan tanpa petunjuk Ilahi akan kehilangan arah,” lanjutnya.


Dalam kesempatan itu, Mahyeldi turut menyoroti pentingnya menyiapkan generasi pemimpin masa depan. Menurutnya, SDM unggul harus dibentuk secara menyeluruh, bukan hanya memiliki kapasitas intelektual dan profesionalitas, tetapi juga mempunyai integritas, tanggung jawab sosial, akhlak, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.


Ia berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi mampu menjadi bagian dari proses membangun kesadaran baru mengenai pentingnya kepemimpinan yang berkarakter.


“Pada akhirnya, kepemimpinan adalah amanah. Semakin besar kewenangan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakannya bagi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.


Kuliah umum tersebut turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli.

Komentar

Tampilkan

  • Pesan Gubernur Mahyeldi untuk Pemimpin: Jabatan Bukan Segalanya, Amanah yang Utama
  • 0

Terkini