Iklan

Buka MTQ ke-42 Sijunjung, Gubernur Mahyeldi Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup

Sabtu, 17 Oktober 2026, 2:45:00 PM WIB Last Updated 2026-10-17T07:45:52Z


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka MTQ Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung di Lapangan Sepak Bola Tunas Karya,l


SIJUNJUNG, politicnewss.id — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kitab suci serta menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka MTQ Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung di Lapangan Sepak Bola Tunas Karya, Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kamis (15/10/2026).


Mahyeldi mengatakan, keberhasilan MTQ semestinya tidak hanya dilihat dari pelaksanaan kegiatan yang berjalan lancar. Lebih dari itu, kegiatan keagamaan tersebut perlu memberikan dampak nyata terhadap pembentukan akhlak dan perilaku masyarakat.


“Keberhasilan MTQ bukan semata-mata tentang bagaimana kegiatan ini diselenggarakan, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup dan diamalkan dalam keseharian masyarakat,” ujarnya.


Ia menilai, MTQ memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat kehidupan religius masyarakat Sumatera Barat yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).


Menurutnya, ajaran Al-Qur’an dan tuntunan Rasulullah hendaknya menjadi pedoman dalam bersikap, bertutur kata, mengambil keputusan, hingga membangun hubungan sosial di tengah masyarakat.


“Al-Qur’an jangan hanya kita baca dan pahami, tetapi harus menjadi pedoman dalam berpikir, berbicara, dan bertindak. Dengan begitu, nilai-nilai Islam benar-benar tercermin dalam kehidupan kita,” kata Mahyeldi.


Gubernur juga mendorong agar pembinaan MTQ terus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan kota, hingga provinsi. Pembinaan yang terarah dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan peserta sekaligus memperluas syiar Islam di berbagai daerah.


Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota tidak menunda pelaksanaan MTQ di wilayah masing-masing. Dengan persiapan yang lebih awal, proses seleksi dan pembinaan peserta dapat dilakukan secara maksimal sebelum menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.


“Melalui MTQ di daerah, kita berharap lahir qori dan qoriah terbaik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu membawa nama baik Sumatera Barat pada tingkat nasional,” tuturnya.


Mahyeldi turut menyinggung rencana pelaksanaan MTQ Nasional 2027 yang berdasarkan informasi yang diterimanya akan digelar di Provinsi DKI Jakarta, kemungkinan pada September 2027.


Oleh sebab itu, persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada tahun yang sama perlu disusun sejak dini. Waktu pembinaan yang memadai diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kualitas bacaan, hafalan, serta kemampuan pada cabang perlombaan lainnya.


“Persiapan harus dilakukan sejak awal agar peserta memiliki waktu yang cukup untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan. Kita ingin kafilah Sumatera Barat tampil dengan persiapan yang matang,” ungkapnya.


Selain menekankan pembinaan peserta, Mahyeldi mengingatkan dewan hakim dan juri agar menjalankan tugas secara profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran. Menurutnya, penilaian yang adil menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap pelaksanaan MTQ.


“Dewan hakim harus menjaga integritas dan memberikan penilaian secara objektif. Dengan demikian, hasil yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta,” tegasnya.


Sementara itu, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, menyambut pelaksanaan MTQ ke-42 sebagai kesempatan untuk memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut berjalan lancar dan melahirkan peserta potensial yang siap mewakili Kabupaten Sijunjung pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat 2027.


Menurut Benny, penyelenggaraan MTQ juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan.


“Kami berharap MTQ ini menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mempersiapkan kafilah terbaik yang akan membawa nama Kabupaten Sijunjung pada tingkat provinsi,” ujarnya.


Ketua Panitia MTQ Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung, Erik Sahdienof, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Oktober 2026. Kecamatan Koto VII dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan tahun ini.


Ia menjelaskan, sebanyak 251 peserta dari delapan kecamatan ambil bagian dalam berbagai cabang perlombaan. Kegiatan tersebar di sejumlah lokasi dengan mempertandingkan cabang tilawah, tahfiz Al-Qur’an, tartil, hafalan hadis, azan, khutbah Jumat, Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).


“MTQ ini tidak hanya menjadi ajang untuk mencari peserta terbaik, tetapi juga sarana memperluas syiar Islam, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mengevaluasi hasil pembinaan kafilah di setiap kecamatan,” jelas Erik.


Ia berharap, melalui penyelenggaraan MTQ tersebut, pembinaan peserta di Kabupaten Sijunjung semakin terarah sehingga mampu melahirkan kafilah yang berprestasi dan siap bersaing pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2027.


Dengan mengusung semangat mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an, MTQ ke-42 Kabupaten Sijunjung diharapkan tidak hanya meninggalkan catatan prestasi bagi para peserta, tetapi juga memperkuat kehidupan keagamaan dan membangun karakter masyarakat yang berakhlak mulia.

Komentar

Tampilkan

  • Buka MTQ ke-42 Sijunjung, Gubernur Mahyeldi Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup
  • 0

Terkini