Iklan

Gubernur Mahyeldi Sambut Kapolda Baru Sumbar, Sinergi Keamanan dan Pembangunan Diminta Terus Berlanjut

Jumat, 09 Oktober 2026, 2:26:00 PM WIB Last Updated 2026-10-09T07:26:36Z
Gubernur Mahyeldi saat menghadiri acara kenal pamit Kapolda Sumbar dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., kepada Irjen Pol. Jawari, S.H., M.H., di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar

PADANG, politicnewss id — Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Sumatera Barat diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan sekaligus mendorong pembangunan daerah. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat harus tetap terjaga, terlepas dari pergantian kepemimpinan.


Pesan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri acara kenal pamit Kapolda Sumbar dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., kepada Irjen Pol. Jawari, S.H., M.H., di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar, Kamis (8/10/2026).


Menurut Mahyeldi, pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, berbagai capaian dan pola kerja sama yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat tidak boleh berhenti begitu saja. Sebaliknya, hal-hal positif tersebut perlu dipertahankan dan dikembangkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.


“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumatera Barat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy beserta keluarga atas pengabdian selama bertugas di Ranah Minang,” ujar Mahyeldi.


Ia menilai, meskipun masa tugas Djati di Sumatera Barat terbilang singkat, sejumlah langkah yang dilakukan telah memberikan kontribusi positif, terutama dalam mempererat hubungan antarlembaga dan menjaga stabilitas keamanan daerah.


Salah satu hal yang mendapat perhatian Mahyeldi ialah semakin kuatnya koordinasi antara Polda Sumbar, Pemerintah Provinsi, TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai unsur masyarakat. Kerja sama tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan situasi yang aman dan mendukung kelancaran pembangunan.


Mahyeldi juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang profesional dan berintegritas. Menurutnya, kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga harus mampu memberikan rasa keadilan, kepastian hukum, dan kepercayaan kepada masyarakat.


Pendekatan komunikasi yang dibangun Djati melalui forum “Duduak Basamo” turut mendapat apresiasi. Bagi Mahyeldi, pola komunikasi tersebut sejalan dengan nilai-nilai budaya Minangkabau yang mengutamakan musyawarah, keterbukaan, dan kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan.


“Dengan duduk bersama, banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dan sinergikan. Tetapi ketika sendiri, tentu kita memiliki keterbatasan sehingga hasilnya pun akan menjadi kurang optimal,” katanya.


Selain memperkuat komunikasi, Mahyeldi mengapresiasi upaya menjaga integritas di lingkungan internal kepolisian serta keterlibatan personel dalam membantu masyarakat yang menghadapi situasi darurat.


Salah satu contohnya terlihat dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Solok. Kehadiran kepolisian dalam membantu pencarian warga yang hilang hingga mendukung penyediaan dapur bagi masyarakat terdampak dinilai sebagai wujud nyata pelayanan negara kepada warga yang membutuhkan.


“Walaupun pendek dari segi waktu, tetapi dampak kepemimpinannya begitu terasa bagi masyarakat Sumatera Barat,” ungkapnya.


Kapolda Baru Diharapkan Perkuat Kolaborasi


Kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, Mahyeldi berharap semangat kerja sama yang telah terbangun dapat diteruskan dengan berbagai inovasi dan langkah yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Ia juga mengajak seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, kondisi daerah yang aman bukan semata-mata tanggung jawab aparat, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.


“Selamat bertugas di Ranah Minang, Sumatera Barat. Mudah-mudahan hal-hal positif yang selama ini telah dihadirkan dapat terus diperkuat pada masa kepemimpinan Bapak Irjen Pol. Jawari,” ucapnya.


Sementara itu, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumbar, Forkopimda, jajaran kepolisian, insan pers, dan masyarakat atas dukungan selama dirinya menjalankan tugas.


Ia mengakui, masa kepemimpinannya yang berlangsung sekitar tiga bulan diwarnai berbagai dinamika. Kondisi tersebut membutuhkan respons cepat, komunikasi yang terbuka, serta kerja sama lintas sektor agar setiap persoalan dapat ditangani secara tepat.


Djati berpesan agar hubungan antara kepolisian dan masyarakat terus dipelihara. Menurutnya, karakter masyarakat Sumatera Barat yang terbuka perlu diimbangi dengan pelayanan kepolisian yang tanggap, komunikatif, dan mampu menjawab kebutuhan warga.


“Polri bersama masyarakat, kita akan terus lakukan langkah-langkah dan upaya untuk berkolaborasi bersama masyarakat menjaga situasi kamtibmas di Sumatera Barat agar tetap kondusif, sehingga dapat membantu Bapak Gubernur dalam membangun daerah,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Djati juga berpamitan karena mendapat amanah baru di Badan Reformasi Agraria Nasional. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan.


Jawari Siap Lanjutkan Program dan Kerja Sama


Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi, Forkopimda, dan masyarakat Sumatera Barat. Ia menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan program serta memperkuat kerja sama yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya.


Jawari menyadari bahwa menjalankan tugas sebagai Kapolda membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, ia membuka ruang bagi koordinasi, masukan, dan evaluasi dari pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta masyarakat demi meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian.


“Sebagai orang baru, kami mohon izin agar kami diterima menjadi salah satu bagian dari masyarakat Sumatera Barat. Kami berkomitmen akan melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh Pak Kapolda yang lama,” ujar Jawari.


Ia menegaskan, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat menjadi unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta kondusif.


“Kami hadir ke sini tidak untuk berjalan sendirian, tetapi berjalan bersama Bapak Gubernur, Forkopimda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama menyukseskan dan mengamankan Sumatera Barat sehingga terwujud Sumatera Barat yang aman dan kondusif,” tuturnya.


Pergantian kepemimpinan di Polda Sumbar pun diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni serah terima jabatan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan, meningkatkan kepercayaan publik, dan memastikan pembangunan Sumatera Barat berjalan berkelanjutan.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Sambut Kapolda Baru Sumbar, Sinergi Keamanan dan Pembangunan Diminta Terus Berlanjut
  • 0

Terkini