![]() |
| Pengerjaan saluran Irigasi di Gunung Nago |
PADANG, politicnewss.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Padang. Hal itu disampaikannya saat meninjau Bendungan Batang Kuranji, Kecamatan Pauh, Jumat (30/1/2026) siang.
Dalam kunjungan tersebut, Dody memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) dengan nilai anggaran sekitar Rp2 hingga Rp2,4 triliun tetap berjalan meski saat ini masih dalam proses administrasi di Bappenas dan Kementerian Keuangan.
Baca Juga : Poliklinik Eksekutif dan Ruang VVIP RSUD Achmad Muchtar Resmi Beroperasi
“Saya komit, dan ini juga arahan langsung Bapak Presiden, daerah terdampak bencana harus secepat-cepatnya dibangun kembali dengan lebih baik. Pekerjaan di lapangan tetap jalan, sambil proses administrasi APBN kita selesaikan,” tegas Dody.
Selain fokus pada perbaikan infrastruktur bendungan, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Dari total rencana 212 titik, tahap awal akan direalisasikan 53 titik yang diprioritaskan di kawasan permukiman, masjid, dan musala.
“Kementerian PU siap membangun sumur bor. Mau 200 titik, 500 titik pun siap, tergantung data dari pemerintah kota. Saat ini kita juga masih mendukung dengan mobil tangki air dan suplai PDAM,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menekankan pentingnya percepatan pembangunan irigasi dan sumur bor, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan di tengah musim tanam yang sedang berlangsung.
“Irigasi dan sumur bor ini sangat dibutuhkan segera. Selain membantu sawah dan rumah warga, ini juga mengurangi over capacity PDAM. Sumur bor menjadi solusi penting yang harus cepat direalisasikan,” kata Fadly.
Baca Juga : Wali Kota Padang: Pencopotan Direksi Bukan Solusi Atasi Krisis Air Bersih
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang telah mengusulkan sekitar 200 titik sumur bor dan akan kembali mengajukan tambahan lokasi, dengan memanfaatkan lahan masjid dan musala sebagai pusat distribusi air bersih bagi masyarakat. (Viqi / Charlie)
