![]() |
| Wagub Sumbar Vasko Ruseimy |
PADANG, politicnewss.id – Kondisi sejumlah Rumah Gadang di berbagai daerah di Sumatera Barat kian memprihatinkan. Banyak bangunan adat yang menjadi simbol kebesaran Minangkabau itu kini nyaris ambruk dan tergerus usia. Situasi ini memantik perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, secara tegas menyatakan komitmennya untuk menyelamatkan warisan budaya tersebut. Dalam rapat bersama jajaran Dinas Kebudayaan Sumbar beberapa waktu lalu, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Rumah Gadang yang semakin rusak.
“Banyak banget Rumah Gadang yang sudah ambruk, hampir hancur. Ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol sejarah dan kebesaran adat Minangkabau yang nilai historical-nya sangat kuat,” tegas Vasko.
Baca Juga : Kasus Penganiayaan Nenek Saudah Terungkap, Wagub Vasko: Ini Soal Kemanusiaan
Menurutnya, Rumah Gadang bukan hanya identitas arsitektur tradisional, tetapi juga representasi jati diri masyarakat Minangkabau. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan generasi mendatang hanya akan mengenal Rumah Gadang lewat cerita dan foto semata.
Siapkan Anggaran Khusus
Vasko menyebut Pemprov Sumbar tengah memikirkan langkah konkret, termasuk pengalokasian anggaran untuk pemugaran sejumlah Rumah Gadang prioritas. Ia meminta agar dilakukan pemetaan dan pemilihan bangunan yang paling mendesak untuk diperbaiki.
“Nanti kita alokasikan anggaran, kita pilih berapa Rumah Gadang yang akan dipugar. Minta tolong dimasukkan dalam pembahasan anggaran bersama TAPD, karena yang sejarah-sejarah itu penting,” ujarnya.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah arus modernisasi.
Bukan Sekadar Renovasi, Tapi Hidupkan Sejarah
Lebih jauh, Vasko menekankan bahwa pemugaran tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik semata. Ia menginginkan setiap Rumah Gadang yang direnovasi dilengkapi dengan narasi sejarah yang kuat.
“Renovasi itu jangan hanya sekadar kita renov, tapi kita buat historical-nya, ada story telling-nya di situ,” katanya.
Menurutnya, setiap Rumah Gadang menyimpan kisah panjang—mulai dari perjuangan Ninik Mamak membangunnya, dinamika adat yang terjadi di dalamnya, hingga kemungkinan peristiwa bersejarah seperti dibakar pada masa kolonial. Semua cerita itu harus didokumentasikan agar menjadi sumber edukasi bagi generasi muda.
Simbol Kaum dan Sistem Matrilineal
Dalam adat Minangkabau, Rumah Gadang memiliki peran sentral sebagai pusat kehidupan kaum atau keluarga besar. Di sanalah musyawarah adat digelar, keputusan penting diambil, serta nilai-nilai diwariskan dari generasi ke generasi. Keberadaannya juga mencerminkan sistem sosial matrilineal yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau.
Karena itu, komitmen Pemprov Sumbar untuk menyelamatkan Rumah Gadang dipandang sebagai langkah penting menjaga marwah adat dan identitas budaya daerah.
“Pokoknya saya ingin melestarikan Rumah Gadang di Sumbar ini, jangan sampai hilang,” tegas Vasko.
Baca Juga : Dampingi Penyerahan Bantuan, Evi Yandri Apresiasi Kepedulian Raffi Ahmad, Tompi dan Tim
Upaya penyelamatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat adat dan generasi muda, agar Rumah Gadang tetap berdiri kokoh sebagai saksi sejarah dan kebanggaan Ranah Minang.
