![]() |
| Gubernur Mahyeldi saat safari ramadan di Dharmasraya |
DHARMASRAYA, politicnewss.id — Rangkaian Safari Ramadan 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi ditutup dengan atmosfer penuh energi dan sorotan di Masjid Raya Al-Ikhlas, Nagari Ampang Kuranji, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (18/3/2026). Penutupan ini bukan sekadar seremoni, tapi jadi panggung nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat.
Dipimpin langsung oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah, rombongan Tim Safari Ramadan tampil all out—tak hanya menyapa warga, tapi juga “menggelontorkan” bantuan besar sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang selama ini menggantung di tengah masyarakat.
Deretan bantuan yang dikucurkan pun tak main-main: hibah Rp50 juta untuk masjid, tambahan Rp10 juta dari Bank Nagari, program pendidikan dari Baznas senilai Rp440 juta untuk 440 siswa, hingga bantuan bagi petugas masjid dan dukungan sosial untuk panti asuhan dari Dinas Sosial Sumbar. Ini jadi bukti konkret bahwa Safari Ramadan bukan sekadar simbolik, tapi benar-benar berdampak.
Dalam pernyataannya, Mahyeldi menegaskan dengan nada tegas: Safari Ramadan bukan agenda basa-basi tahunan. Ini adalah momen krusial untuk memastikan pemerintah benar-benar hadir, mendengar, dan bertindak langsung.
“Ini bukan sekadar kegiatan rutin. Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dan memperkuat kebersamaan,” tegasnya, disambut antusias warga.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa penghujung Ramadan harus dimaknai lebih dalam—sebagai titik balik untuk kembali ke fitrah sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, tak menutupi apresiasinya. Ia menyebut perhatian Pemprov Sumbar kini terasa nyata, bahkan hingga ke persoalan infrastruktur yang sebelumnya dikeluhkan warga.
“Jalan provinsi yang dulu dikeluhkan kini sudah ditangani. Ini bukti nyata perhatian Pak Gubernur,” ujarnya lugas.
Ia pun berharap sinergi antara Pemprov Sumbar dan Pemkab Dharmasraya tidak berhenti di sini, melainkan terus dipacu agar pembangunan berjalan lebih cepat, tepat, dan terasa langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Penutupan Safari Ramadan 2026 ini pun meninggalkan pesan kuat: kedekatan pemerintah dan rakyat bukan sekadar slogan. Dengan aksi nyata dan respons cepat, Pemprov Sumbar mencoba membuktikan bahwa pembangunan harus hadir, terasa, dan berdampak langsung di tengah kehidupan masyarakat.
