![]() |
| Bupati Agam Benni Warlis saat sidak mobil damkar |
AGAM, politicnewss.id — Bupati Agam, Benni Warlis Dt Tan Batuah, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Posko Damkar Lubuk Basung, Jumat (3/4), menyusul keluhan masyarakat terkait mobil pemadam kebakaran yang kehabisan BBM saat bertugas memadamkan api.
Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Agam itu terjadi secara tiba-tiba, tepat saat para personel Damkar tengah mengikuti apel khusus yang dipimpin oleh Kepala Satpol PP-Damkar. Suasana mendadak berubah tegang—para petugas tampak gugup dan tidak menyangka akan kedatangan bupati secara langsung di tengah evaluasi kasus kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya di Nagari Koto Gadang.
Dalam arahannya, Bupati Agam menegaskan sikap tegas pemerintah daerah. Ia memastikan akan mengambil langkah konkret dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional Damkar.
Baca Juga : Api Mengamuk Damkar Terlambat Tiba, Rumah Warga Agam Ludes, Warga Berjuang Sendiri
Baca Juga : Pelantikan LPTQ Koto Tangah, Perkuat Syiar Al-Qur’an di Tengah Masyarakat
“Ini harus menjadi kejadian pertama dan terakhir. Tidak boleh terulang lagi,” tegasnya.
Tak hanya itu, bupati juga memberikan motivasi kepada seluruh personel agar tetap menjalankan tugas kemanusiaan dengan penuh tanggung jawab, meski di tengah keterbatasan. Ia juga berjanji akan segera mencari solusi atas persoalan yang terjadi, termasuk memastikan ketersediaan BBM saat kondisi darurat.
Sorotan tajam juga mengarah pada kondisi armada Damkar Agam yang dinilai sangat memprihatinkan. Dari total tujuh unit mobil pemadam yang dimiliki, seluruhnya disebut sudah tidak layak untuk operasional maksimal.
Pemerintah Kabupaten Agam pun berencana melakukan penambahan armada sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran ke depan.
Baca Juga : Api Mengamuk Damkar Terlambat Tiba, Rumah Warga Agam Ludes, Warga Berjuang Sendiri
Baca Juga : Asrama Jadi Solusi Kunci, Sekda Sumbar Soroti Akses Pendidikan di Mentawai
Kasus ini menjadi alarm keras bagi sistem layanan darurat di daerah, sekaligus pengingat bahwa kesiapan sarana dan prasarana menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa dan harta benda masyarakat.
