Iklan

Gaungkan Pesan Selamatkan Alam, Gubernur Mahyeldi Ajak Generasi Muda Bergerak Lewat Lagu Pasan Buruang

Sabtu, 06 Juni 2026, 3:28:00 PM WIB Last Updated 2026-06-06T08:28:40Z


Gubernur Mahyeldi saat berduet bersama Ketua TP PKK Harneli Mahyeldi 


PADANG, politicnewss.id – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kini dikemas dengan cara yang berbeda. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengajak generasi muda menyuarakan pesan pelestarian alam melalui seni dan budaya Minangkabau dalam Grand Final Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang Antar SMA/SMK se-Sumbar 2026 yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (5/6/2026) malam.


Sebanyak 311 pelajar dari berbagai kabupaten dan kota ambil bagian dalam ajang yang tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda.


Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa pemilihan lagu Pasan Buruang bukan sekadar lomba seni, melainkan media untuk menyampaikan pesan penting tentang hubungan manusia dengan alam.


“Lagu-lagu Minang lahir dari kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya. Di dalamnya tersimpan banyak pesan moral dan pelajaran hidup yang relevan hingga saat ini, termasuk tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Mahyeldi di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan.


Menurutnya, seni memiliki kekuatan besar untuk membangun kesadaran publik. Karena itu, generasi muda perlu didorong agar tidak hanya menjadi penikmat karya, tetapi juga mampu melahirkan karya yang membawa pesan positif bagi masyarakat.


Mahyeldi menilai pesan dalam lagu Pasan Buruang semakin penting di tengah meningkatnya ancaman bencana alam yang melanda Sumbar dalam beberapa tahun terakhir. Banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah disebutnya menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan tidak bisa diabaikan.


“Banyak kawasan hutan yang kehilangan tutupan pohon, baik akibat bencana maupun aktivitas penebangan ilegal. Jika tidak dijaga bersama, dampaknya akan semakin besar bagi masyarakat,” tegasnya.


Ajang ini merupakan hasil kolaborasi berbagai organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan hingga Diskominfotik Sumbar. Lomba tersebut lahir sebagai refleksi atas berbagai bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumbar sekaligus sebagai kampanye penyelamatan lingkungan berbasis budaya lokal.


Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta. Dari 311 karya yang masuk, sebanyak 173 dinyatakan lolos seleksi administrasi dan substansi. Setelah melalui tahap penjurian ketat, terpilih 50 semifinalis dan akhirnya 10 finalis terbaik yang tampil pada malam puncak.


“Selain penampilan 10 finalis terbaik, malam ini juga ditampilkan 10 video terbaik hasil kreativitas siswa-siswi dari berbagai daerah di Sumatera Barat,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Habibul juga mengungkapkan rencana peluncuran Gerakan Satu Siswa Satu Pohon pada tahun ajaran mendatang. Program tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 80 ribu pohon yang ditanam setiap tahun, sebanding dengan jumlah lulusan SMA dan SMK di Sumbar.


“Setiap siswa yang lulus diharapkan meninggalkan jejak hijau melalui penanaman pohon. Ini adalah investasi lingkungan untuk masa depan,” katanya.


Malam grand final berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda Sumbar, kepala daerah kabupaten/kota, pimpinan OPD, dewan juri, sponsor, serta ratusan pelajar yang memberikan dukungan kepada para finalis.


Ajang ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan tidak selalu harus disampaikan melalui seminar atau kampanye formal. Lewat lantunan lagu Minang dan kreativitas generasi muda, pesan menjaga alam kini menggema lebih luas, menyentuh hati, dan diharapkan mampu menggerakkan aksi nyata untuk menyelamatkan bumi Ranah Minang.

Komentar

Tampilkan

  • Gaungkan Pesan Selamatkan Alam, Gubernur Mahyeldi Ajak Generasi Muda Bergerak Lewat Lagu Pasan Buruang
  • 0

Terkini