![]() |
| Kegiatan peningkatan kapasitas kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat yang digelar Ketua DPRD Sumbar, Muhidi |
PADANG, politicnewss id – Di tengah tuntutan perubahan yang semakin cepat, kepala sekolah dituntut tidak hanya menjadi pengelola lembaga pendidikan, tetapi juga pemimpin pembelajaran yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menyiapkan generasi masa depan. Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan peningkatan kapasitas kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat yang digelar Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, Selasa (7/7/2026).
Kepala SMAN 2 Sumatera Barat, Ratna Yulia, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para kepala sekolah untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan sekaligus memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Menurutnya, seorang kepala sekolah tidak boleh berhenti belajar. Semakin besar tanggung jawab yang diemban, semakin besar pula kebutuhan untuk memperkaya pengetahuan, meningkatkan kemampuan manajerial, dan memahami arah kebijakan pendidikan yang terus bergerak dinamis.
"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan perspektif baru, memperluas wawasan, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi kepala sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Kami berharap mendapatkan ilmu, pengalaman, dan penguatan terhadap berbagai kebijakan yang akan diterapkan ke depan," ujarnya.
Ratna mengaku materi yang disampaikan Muhidi tidak hanya berbicara tentang kebijakan, tetapi juga sarat dengan pesan-pesan kepemimpinan yang membangkitkan semangat. Ia menilai materi tersebut mampu menginspirasi para peserta untuk terus bergerak maju dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
"Materinya sangat bagus, menginspirasi dan memotivasi. Banyak pesan yang membuka cara pandang baru tentang bagaimana mempersiapkan sekolah dan peserta didik menghadapi masa depan," katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar Muhidi menegaskan bahwa keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan. Karena itu, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan daerah dan bangsa.
Menurut Muhidi, Indonesia saat ini berada di tengah momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Generasi muda yang saat ini menempuh pendidikan di SMA dan SMK akan menjadi pemimpin, pengusaha, birokrat, dan pengambil keputusan pada dua hingga tiga dekade mendatang.
"Kalau hari ini kita mampu menyiapkan mereka dengan baik, maka masa depan bangsa akan kuat. Tetapi jika generasi muda gagal dibina, maka yang terancam bukan hanya masa depan mereka, melainkan masa depan negara," tegasnya.
Muhidi mengingatkan para kepala sekolah agar memiliki visi yang jelas dalam memimpin. Seorang pemimpin, katanya, harus mampu melihat jauh ke depan dan berani mengambil langkah perubahan meskipun belum merasa sepenuhnya siap.
"Orang sukses bukan karena menunggu sempurna, tetapi karena berani memulai. Ketika kita mulai bergerak, kita akan mengetahui kelemahan dan kekurangan yang harus diperbaiki. Yang terpenting adalah jangan berhenti belajar dan terus berpikir positif," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang humanis. Menurutnya, salah satu anugerah terbesar yang dimiliki seorang pemimpin adalah hati yang lembut dalam melayani dan menghadapi masyarakat.
Kegiatan yang diikuti kepala sekolah dari Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, dan Kabupaten Solok tersebut berlangsung penuh antusiasme. Selain memperkuat kapasitas kepemimpinan pendidikan, forum ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk menyatukan langkah dalam mencetak generasi unggul yang akan membawa Sumatera Barat dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
