![]() |
| Peningkatan Kompetensi Guru Vokasi SMK Negeri dan Swasta se-Kota Padang |
PADANG, politicnewss.id – Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa guru vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul yang mampu membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Vokasi SMK Negeri dan Swasta se-Kota Padang, Senin (20/7/2026).
Menurut Muhidi, bonus demografi yang didominasi Generasi Z merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas pendidikan. Karena itu, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi agar mampu melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
"Generasi Z saat ini menjadi kelompok usia terbesar. Mereka adalah aset bangsa yang akan menentukan berhasil atau tidaknya Indonesia Emas 2045. Kuncinya ada pada kualitas pendidikan dan peran guru sebagai pencetak sumber daya manusia unggul," ujar Muhidi.
Ia menjelaskan, Indonesia Emas 2045 ditandai dengan lima indikator utama, yakni pendapatan per kapita yang setara dengan negara maju, tingkat kemiskinan dan kesenjangan yang semakin rendah, meningkatnya pengaruh Indonesia di tingkat internasional, daya saing sumber daya manusia yang semakin kuat, serta penurunan emisi gas rumah kaca menuju target net zero emission.
Muhidi menekankan, seluruh target tersebut tidak akan tercapai tanpa kehadiran pendidik yang berkualitas. Guru menjadi sosok paling menentukan dalam membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan potensi generasi muda melalui proses pembelajaran yang inovatif.
Ia juga mengingatkan bahwa seorang pendidik tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi harus memiliki akhlak yang baik, keikhlasan dalam menjalankan profesi, menjadi teladan bagi peserta didik, menjaga amanah ilmu, serta mampu menjaga keselarasan antara ucapan dan tindakan.
Selain itu, Muhidi mengajak para guru untuk terus mengembangkan pola pikir sebagai pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, pendidik tidak boleh terjebak pada metode pembelajaran lama, melainkan harus mampu menjadikan setiap tantangan dan kegagalan sebagai proses belajar untuk terus berinovasi.
Di era digital, lanjutnya, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang efektif, termasuk memahami penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak, produktif, dan beretika.
"Guru bukan hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membentuk pola pikir, karakter, dan adab peserta didik. Ilmu yang diberikan harus mampu diolah menjadi kompetensi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa," tegasnya.
Melalui peningkatan kompetensi guru vokasi, Muhidi berharap kualitas pendidikan kejuruan di Kota Padang terus meningkat sehingga mampu melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
