![]() |
| Gubernur Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarakah |
PADANG, politicnewss.id – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Sumatera Barat menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat perubahan. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak seluruh masyarakat menjadikan hijrah bukan sekadar pergantian kalender Islam, tetapi sebagai langkah nyata memperbaiki diri dan membangun generasi yang religius, berkarakter, serta mampu memberi kontribusi positif bagi daerah.
Seruan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarakah yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Polda Sumbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (5/7/2026). Ribuan jamaah yang terdiri dari ASN Pemprov Sumbar, personel Polda Sumbar, hingga masyarakat umum memadati masjid untuk mengikuti kegiatan yang sarat pesan spiritual tersebut.
Menurut Mahyeldi, makna hijrah harus tercermin dalam perubahan sikap, perilaku, dan kualitas kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dibanding hari sebelumnya.
"Semangat hijrah harus terus hidup dalam diri setiap insan. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini. Itulah makna perubahan yang sesungguhnya," ujar Mahyeldi.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan karakter masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, ulama, hingga masyarakat agar nilai-nilai keagamaan dan ketahanan sosial di Sumatera Barat semakin kuat.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Sumbar turut memberikan penghargaan kepada para pelajar dan mahasiswa pemenang lomba video pendek bertema hijrah. Mahyeldi menilai karya-karya generasi muda tersebut menunjukkan kepedulian terhadap persoalan sosial seperti bahaya narkoba, penyimpangan perilaku, hingga pentingnya kembali kepada nilai-nilai agama.
Menurutnya, kreativitas anak muda harus terus didorong karena mampu menjadi media efektif dalam menyebarkan pesan-pesan positif kepada masyarakat.
Sementara itu, Kapolda Sumbar, Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta, mengajak masyarakat membudayakan salat Subuh berjamaah sebagai fondasi pembentukan karakter sejak usia dini. Ia optimistis kebiasaan tersebut akan melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan menjadi modal besar menuju Indonesia Emas.
"Jika budaya agama ditanamkan sejak kecil kepada anak-anak di seluruh Sumatera Barat, insyaallah cita-cita menuju Indonesia Emas akan tercapai," kata Gatot.
Pada momentum tersebut, Kapolda juga meluncurkan buku Pendidikan Agama dan Culture Policing sebagai Benteng Keasramaan Polri. Buku itu diharapkan menjadi pedoman dalam membangun karakter keluarga besar Polri yang religius, disiplin, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiah Ustadz Dr. Desman, M.A. yang mengangkat tema Hijrah Sejati dan Hakikatnya. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik karena Allah SWT senantiasa membuka pintu taubat bagi hamba-Nya.
Dengan mengutip Surah Az-Zumar ayat 53, ia mengajak umat Islam agar tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah dan menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik, penuh keimanan, dan keberkahan.
