![]() |
| Warga Sikabau hadang UPTD Dishut Sumbar |
DHARMASRAYA, politicnewss.id – Ketegangan terkait dugaan klaim tanah ulayat di Nagari Sikabau, Kabupaten Dharmasraya, kembali mencuat. Ratusan warga menghadang kendaraan milik UPTD Kehutanan yang hendak menuju kawasan Talab, Selasa (7/7/2026), sebagai bentuk protes atas dugaan keterlibatan perusahaan dalam persoalan lahan adat yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Aksi warga berlangsung di akses menuju kawasan Talab. Masyarakat meminta penjelasan mengenai tujuan kedatangan petugas kehutanan karena khawatir aktivitas tersebut berkaitan dengan dugaan klaim sepihak tanah ulayat Nagari Sikabau oleh PT Kalidareh Bumi Lestari (KBL).
Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sikabau, Jamhur Dt Jati, mengatakan masyarakat tidak bermaksud menghalangi tugas pemerintah, namun meminta adanya keterbukaan terkait kegiatan yang dilakukan di wilayah adat mereka.
"Yang kami inginkan hanyalah kejelasan. Masyarakat khawatir karena sebelumnya muncul dugaan klaim terhadap tanah ulayat tanpa adanya musyawarah dengan ninik mamak maupun pemangku adat," ujarnya.
Menurutnya, tanah ulayat merupakan aset adat yang memiliki nilai sejarah dan menjadi sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap aktivitas yang berkaitan dengan kawasan tersebut diharapkan melibatkan masyarakat serta menghormati hak-hak adat yang berlaku.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Asmin, menyatakan pihaknya tidak mengetahui proses perizinan yang ditempuh PT Kalidareh Bumi Lestari. Ia juga mengaku tidak mengetahui tahapan studi kelayakan maupun dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan tersebut.
Pernyataan itu semakin menambah perhatian publik terhadap polemik yang berkembang di Nagari Sikabau, terutama terkait proses perizinan dan status lahan yang masih menjadi perdebatan.
