Iklan

Wagub Vasko Genjot Pertanian Modern di Solok, Targetkan Produksi Padi 12 Ton per Hektare untuk Perkuat Ketahanan Pangan Sumbar

Minggu, 26 Juli 2026, 7:12:00 AM WIB Last Updated 2026-07-26T00:12:14Z

 

Penanaman perdana benih padi menggunakan sistem Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan Kelompok Tani Rawang Sari, Nagari Salayo

SOLOK, politicnewss.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mengakselerasi transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah strategis itu ditandai dengan penanaman perdana benih padi menggunakan sistem Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan Kelompok Tani Rawang Sari, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sabtu (25/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi tonggak awal penerapan sistem pertanian modern di Sumatera Barat yang diharapkan mampu mendongkrak produktivitas lahan di tengah semakin terbatasnya areal persawahan. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendukung target swasembada pangan nasional melalui inovasi dan mekanisasi pertanian.


Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa modernisasi pertanian bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan sektor pangan di masa depan. Menurutnya, peningkatan produksi tidak cukup hanya mengandalkan perluasan lahan, tetapi harus dilakukan dengan memaksimalkan hasil dari setiap hektare sawah melalui penerapan teknologi.


"Pertanian modern adalah solusi untuk meningkatkan produksi pangan. Di tengah keterbatasan lahan, kita harus memanfaatkan teknologi agar hasil panen semakin tinggi dan ketahanan pangan Sumatera Barat semakin kuat," ujar Vasko.


Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada penggunaan alat modern, tetapi juga pada pendampingan yang berkelanjutan kepada para petani. Pemerintah ingin memastikan setiap inovasi benar-benar diterapkan di lapangan sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.


"Kami ingin teknologi ini tidak berhenti sebagai percontohan. Harus diterapkan secara luas agar hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan program unggulan Kementerian Pertanian yang mengedepankan mekanisasi dan sistem tanam presisi.


Berbeda dengan metode konvensional yang menggunakan bibit hasil persemaian, pada sistem PM-AAS benih langsung ditanam menggunakan alat khusus. Cara ini dinilai lebih cepat, efisien, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta menghasilkan populasi tanaman yang lebih seragam dan optimal.


"Melalui sistem PM-AAS, produktivitas ditargetkan mencapai 10 hingga 12 ton gabah per hektare. Ketika lahan pertanian semakin terbatas, maka peningkatan produktivitas menjadi kunci utama menjaga ketahanan pangan," jelasnya.


Ia mengungkapkan, meskipun kebutuhan benih pada sistem ini lebih besar, yakni sekitar 70–80 kilogram per hektare, hasil yang diperoleh juga jauh lebih tinggi karena didukung pola tanam dan pemupukan yang lebih terukur.


Afniwirman juga menyebut penanaman di Nagari Salayo menjadi sejarah baru bagi sektor pertanian Sumbar karena merupakan implementasi perdana PM-AAS setelah sebelumnya hanya dilakukan dalam tahap uji coba.


"Hari ini menjadi penanaman pertama PM-AAS di Sumatera Barat. Ini menjadi awal penerapan pertanian modern yang akan terus kami kembangkan ke berbagai daerah sentra produksi padi," katanya.


Untuk mempercepat penyebaran teknologi tersebut, Pemprov Sumbar akan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian sebagai pendamping utama petani. Setiap penyuluh ditargetkan membina penerapan PM-AAS pada lahan sekitar 50 hektare. Dengan jumlah penyuluh yang mencapai lebih dari seribu orang, program ini diproyeksikan mampu menjangkau sekitar 50 ribu hektare lahan pertanian di Sumatera Barat.


Kegiatan penanaman perdana itu turut dihadiri Wakil Bupati Solok Chandra, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi, Kepala BRMP Sumbar, jajaran penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat.


Melalui penerapan teknologi, mekanisasi, dan pendampingan yang berkelanjutan, Pemprov Sumbar optimistis sektor pertanian akan semakin produktif, berdaya saing, dan menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Komentar

Tampilkan

  • Wagub Vasko Genjot Pertanian Modern di Solok, Targetkan Produksi Padi 12 Ton per Hektare untuk Perkuat Ketahanan Pangan Sumbar
  • 0

Terkini