Iklan

Gubernur Mahyeldi Pacu Pertanian Sumbar Naik Kelas Lewat Smart Farming

Jumat, 21 Agustus 2026, 9:40:00 PM WIB Last Updated 2026-08-21T14:40:22Z
Gubernur Mahyeldi saat menghadiri panen melon sekaligus meninjau pembangunan dan meresmikan screenhouse cabai modern 

AGAM, politicnewss.id — Pertanian Sumatera Barat didorong untuk tidak lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Pemerintah Provinsi Sumbar mulai memperkuat transformasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi, salah satunya dengan penerapan konsep smart farming.


Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pertanian berbasis teknologi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produktivitas, menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu pemerintah mengendalikan inflasi.


Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri panen melon sekaligus meninjau pembangunan dan meresmikan screenhouse cabai modern milik Kelompok Tani Karya Tani Muaro Batang Gadis di Jorong Surabayo, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Jumat (21/8/2026).


Mahyeldi mengapresiasi langkah kelompok tani yang mulai mengembangkan komoditas hortikultura dengan memanfaatkan greenhouse dan screenhouse. Menurutnya, teknologi tersebut membuat proses produksi menjadi lebih terukur dan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap kondisi cuaca.


“Dengan adanya greenhouse, petani tidak perlu lagi bersusah payah. Hujan maupun panas, kita tetap bisa panen. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita mengendalikan inflasi, khususnya harga cabai,” ujar Mahyeldi.


Menurutnya, keberlanjutan produksi cabai menjadi salah satu kunci menjaga pasokan sekaligus menekan gejolak harga di pasaran. Apalagi, perubahan iklim dan ancaman bencana hidrometeorologi semakin berpotensi mengganggu produksi serta distribusi pangan.


“Dengan keberadaan greenhouse ini, kita harapkan panen tidak mengenal waktu sehingga harga cabai di Sumbar lebih terkendali,” katanya.


Mahyeldi menegaskan, wajah pertanian Sumbar ke depan harus semakin modern, produktif dan akrab dengan teknologi. Selain meningkatkan hasil produksi, konsep smart farming juga dinilai mampu mengubah citra pertanian sehingga lebih menarik bagi generasi muda.


“Pertanian yang kita hadirkan ke depan adalah smart farming. Pertanian yang cerdas, membutuhkan teknologi, bersih, dan menghasilkan produk yang sehat serta berkualitas,” tegasnya.


Ia berharap keberadaan screenhouse cabai modern di Agam tidak berhenti sebagai fasilitas bagi satu kelompok tani saja. Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi contoh yang dikembangkan di berbagai daerah Sumbar sesuai potensi masing-masing.


Dengan sistem produksi yang lebih terlindungi dan terukur, petani diharapkan tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga memperoleh pendapatan yang lebih baik.


“Semoga ini menjadi kesuksesan kita dalam menghadirkan kolaborasi dan sinergi untuk memajukan pertanian, menjawab permasalahan inflasi, khususnya cabai dan komoditas lainnya, serta mendorong generasi milenial untuk bertani di Sumatera Barat,” ungkapnya.


Namun, Mahyeldi mengingatkan bahwa peningkatan produksi harus dibarengi dengan penguatan hilirisasi dan pemasaran. Jangan sampai hasil pertanian melimpah, tetapi petani justru kesulitan menjual produk mereka.


Ia mendorong keterlibatan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan dan kelompok tani untuk membangun mata rantai pemasaran yang lebih kuat, termasuk mencarikan pasar bagi hasil sortiran yang selama ini masih menjadi persoalan.


“Kita akan dorong hilirisasi dan pemasaran. Kebetulan saya bertemu dengan alumni SMK 1 Bukittinggi yang merupakan seorang pengusaha. Insyaallah ini bisa kita sinergikan untuk membantu pemasaran produk petani,” tuturnya.


Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi secara resmi meresmikan screenhouse cabai modern Kelompok Tani Karya Tani Muaro Batang Gadis. Ia menilai fasilitas itu menjadi gambaran nyata pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, lembaga keuangan dan dunia usaha dalam membangun sektor pertanian yang modern dan berkelanjutan.


Bupati Agam Benny Warlis turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pengembangan pertanian di daerah tersebut. Ia menilai penerapan teknologi pertanian dapat menjadi pemantik semangat, khususnya bagi generasi muda.


“Apa yang kita lihat hari ini nyata di lapangan, bukan hanya seremonial. Ini fakta yang bisa kita saksikan dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk bergerak,” kata Benny.


Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Tani Muaro Batang Gadis, Rizki Hamdi, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap pengembangan pertanian modern di kelompoknya.


Ia berharap pengembangan teknologi produksi juga diikuti dengan solusi terhadap persoalan pascapanen, terutama pemasaran produk yang tidak masuk kategori utama.


“Kendala kami saat ini adalah hasil pascapanen, terutama buah atau produk yang masuk kategori sortiran. Baik cabai, melon maupun hortikultura lainnya, sebagian hasil tersebut masih sulit kami pasarkan,” ujarnya.


Pengembangan screenhouse tersebut pun diharapkan menjadi titik awal bagi penguatan ekosistem pertanian modern di Sumatera Barat. Produksi yang lebih stabil, teknologi yang semakin berkembang, serta dukungan pemasaran menjadi kombinasi yang diharapkan mampu membuat petani semakin produktif dan sejahtera.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Pacu Pertanian Sumbar Naik Kelas Lewat Smart Farming
  • 0

Terkini