Iklan

Antisipasi Longsor Susulan, Wagub Vasko Pantau Perkembangan Cuaca Solok Bersama BMKG

Rabu, 23 September 2026, 7:28:00 AM WIB Last Updated 2026-09-23T00:43:11Z

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy 

PADANG, politicnewss.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan di Kabupaten Solok. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, berkoordinasi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca di wilayah tersebut, Selasa dinihari (22/9/2026).


Koordinasi dilakukan setelah longsor melanda kawasan Aro Suka, Kabupaten Solok, dan berdampak terhadap sejumlah ruas jalan, fasilitas pemerintahan serta permukiman masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena hujan masih mengguyur kawasan sekitar lokasi bencana.


Vasko menilai perkembangan cuaca perlu terus dipantau untuk memastikan proses penanganan di lapangan berlangsung dengan aman. Terlebih, kondisi tanah yang terdampak longsor masih berpotensi mengalami pergerakan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.


“Pemantauan kondisi cuaca penting dilakukan agar tim yang melakukan penanganan di lapangan tidak berisiko, mengingat saat ini hujan masih turun di lokasi kejadian. Keselamatan masyarakat dan petugas harus menjadi perhatian utama,” ujar Vasko.


Dalam komunikasi dengan BMKG, Vasko meminta informasi mengenai kondisi dan prakiraan cuaca Kabupaten Solok serta daerah di sekitarnya. Perhatian khusus diberikan terhadap kemungkinan hujan berintensitas tinggi dan angin kencang yang berpotensi menghambat proses penanganan bencana.


Kepala BMKG, Decky Irmawan, menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca untuk 22 September 2026, sejumlah wilayah Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan, berpotensi mengalami hujan disertai angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.


Menurutnya, kondisi cuaca tersebut perlu menjadi perhatian karena hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan ancaman bencana hidrometeorologi. Risiko tersebut semakin perlu diantisipasi pada kawasan yang memiliki kondisi topografi serta tingkat kerawanan tertentu terhadap longsor.


Decky menjelaskan, longsor yang terjadi di Kabupaten Solok diduga berkaitan dengan tingginya akumulasi curah hujan sejak Senin (21/9) siang hingga sore. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya pergerakan tanah perlu terus dipertahankan.


Situasi di lokasi juga menjadi tantangan bagi petugas karena penanganan dilakukan dalam kondisi minim penerangan.


“Akumulasi hujan yang cukup tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya longsor. Karena itu, kondisi cuaca dan potensi pergerakan tanah perlu terus diwaspadai, terutama oleh tim yang melakukan penanganan di lokasi,” jelas Decky.


Informasi BMKG selanjutnya menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan tim gabungan dalam menentukan langkah penanganan di lokasi terdampak. Vasko meminta seluruh personel yang terlibat memperhatikan perubahan kondisi cuaca sebelum menjalankan aktivitas, termasuk pencarian, evakuasi warga maupun pembersihan material longsor.


“Informasi dari BMKG ini menjadi dasar bagi kita untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. Tim harus tetap bergerak, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tidak boleh diabaikan,” tegas Vasko.


Pemprov Sumbar, kata Vasko, akan melanjutkan koordinasi bersama BMKG dan Pemerintah Kabupaten Solok untuk memonitor perkembangan cuaca dan kondisi di sekitar lokasi bencana.


Langkah tersebut dilakukan agar setiap keputusan penanganan dapat disesuaikan dengan situasi terkini di lapangan, sekaligus memastikan proses evakuasi dan penanganan dampak longsor tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta seluruh petugas.

Komentar

Tampilkan

  • Antisipasi Longsor Susulan, Wagub Vasko Pantau Perkembangan Cuaca Solok Bersama BMKG
  • 0

Terkini