Iklan

Gubernur Mahyeldi Dorong Dermaga Pengaman untuk Lindungi Nelayan Tiku

Rabu, 23 September 2026, 7:32:00 AM WIB Last Updated 2026-09-23T00:32:52Z

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat berdialog bersama para nelayan di TPI Pasir Tiku

AGAM, politicnewss.id — Ada harapan yang ingin segera diwujudkan para nelayan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Mereka membutuhkan tempat yang aman untuk menyelamatkan bagan ketika laut mulai bergelombang dan cuaca tidak bersahabat.


Harapan itu disampaikan langsung kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat berdialog bersama para nelayan di TPI Pasir Tiku, Senin (21/9/2026).


Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Mahyeldi mendengarkan satu per satu persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat nelayan. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak adalah pembangunan dermaga pengaman, yang dapat menjadi tempat berlindung bagi bagan nelayan ketika gelombang tinggi datang.


Bagi para nelayan, keberadaan dermaga tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Fasilitas itu menyangkut keselamatan, perlindungan terhadap alat tangkap, sekaligus keberlanjutan mata pencaharian mereka.


Mahyeldi meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut dengan mencari solusi terbaik, termasuk melalui koordinasi bersama pemerintah pusat dan pihak terkait lainnya.


Salah seorang nelayan, Boy (48), menceritakan bagaimana kondisi laut yang memburuk kerap membawa kerugian bagi nelayan Tiku. Tanpa adanya pelabuhan atau dermaga pengaman, bagan mereka tidak memiliki tempat untuk berlindung ketika gelombang besar datang.


“Setiap tahun kami pasti dapat musibah. Tahun kini saja baru hitungan delapan bulan, sudah empat buah bagan kami yang kandas. Kami tidak punya pelabuhan penyelamatan,” tutur Boy.


Kondisi tersebut membuat para nelayan berharap pemerintah dapat menghadirkan dermaga pengaman permanen. Mereka mengusulkan konstruksi beton agar fasilitas tersebut mampu bertahan dalam jangka panjang dan memberikan perlindungan ketika cuaca laut berubah.


Usulan itu juga tidak terlepas dari kondisi bagan nelayan yang sebagian besar masih menggunakan material kayu dan konstruksi tradisional. Ketika gelombang tinggi datang, mereka membutuhkan lokasi yang cukup aman untuk menyelamatkan bagan dan mengurangi risiko kerusakan.


Di tengah kebutuhan tersebut, para nelayan juga menyampaikan harapan lain, yakni tersedianya pabrik es di kawasan TPI Pasir Tiku.


Bagi nelayan, es merupakan bagian penting dari perjalanan hasil tangkapan dari laut menuju konsumen. Ketersediaan pabrik es diharapkan dapat membantu menjaga kesegaran dan kualitas ikan setelah nelayan kembali melaut.


Dalam dialog tersebut diketahui, anggaran untuk pembangunan pabrik es sebelumnya telah dialokasikan. Namun, proses tender belum menghasilkan pemenang sehingga pembangunan belum dapat berjalan.


Mahyeldi meminta agar persoalan tersebut terus dikawal dan dicarikan jalan keluar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga menekankan agar setiap fasilitas yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.


Menurutnya, perhatian terhadap nelayan tidak berhenti pada pembangunan dermaga pengaman dan pabrik es. Berbagai fasilitas pendukung lainnya, seperti gudang penyimpanan dan sarana penunjang aktivitas perikanan, juga perlu dipikirkan secara bertahap agar ekosistem ekonomi nelayan semakin kuat.


“Yang terpenting bagaimana kebutuhan nelayan ini kita carikan solusinya. Fasilitas yang dibangun harus benar-benar memberikan manfaat, mendukung aktivitas nelayan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Mahyeldi.


Mahyeldi juga mendorong agar pembangunan fasilitas nelayan dilakukan melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, koperasi nelayan hingga sektor swasta.


Menurutnya, kolaborasi menjadi penting agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap dan setiap fasilitas yang dibangun benar-benar terawat, dimanfaatkan secara optimal, serta memberi manfaat dalam jangka panjang.


Kunjungan ke TPI Pasir Tiku tersebut menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar langsung suara masyarakat dari dekat. Bagi para nelayan, perhatian dan tindak lanjut terhadap kebutuhan mereka menjadi bagian penting untuk menjaga agar aktivitas melaut tetap berjalan dengan aman dan hasil tangkapan dapat terus menopang kehidupan keluarga.


Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Seifdinon serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar Helmi Heriyanto.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Dorong Dermaga Pengaman untuk Lindungi Nelayan Tiku
  • 0

Terkini