Iklan

Gubernur Mahyeldi Buka Peluang Investasi Danantara untuk Proyek Strategis Sumbar

Jumat, 04 September 2026, 9:10:00 AM WIB Last Updated 2026-09-04T02:10:41Z

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membawa sejumlah agenda pembangunan prioritas daerah saat bertemu Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria,

 

JAKARTA, politicnewss. id— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus membuka ruang bagi masuknya investasi untuk mempercepat pembangunan berbagai proyek strategis daerah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjajaki dukungan investasi dari Danantara.


Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membawa sejumlah agenda pembangunan prioritas daerah saat bertemu Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi memaparkan sejumlah potensi dan kebutuhan pembangunan Sumbar yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan melalui investasi. Di antaranya pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan kawasan Muara Padang, pembangunan pembangkit listrik berbasis gas dan energi surya, hingga percepatan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).


Menurut Mahyeldi, pengembangan proyek-proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat perekonomian Sumbar sekaligus menghubungkan potensi daerah dengan agenda pembangunan nasional.


“Yang kita dorong adalah bagaimana potensi dan kebutuhan strategis Sumatera Barat dapat terhubung dengan agenda pembangunan nasional. Dengan dukungan investasi, kita ingin infrastruktur yang ada dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat,” ujar Mahyeldi.


Di bidang energi, Pemprov Sumbar menawarkan lima proyek dengan kebutuhan investasi yang diperkirakan mencapai Rp5,35 triliun untuk periode 2027-2029.


Lima proyek tersebut yakni PLTS Terapung Singkarak berkapasitas 50 MWac/76 MWp, PLTS Sijunjung Ground Mounted 50 MWac/76 MWp, PLTS Mentawai untuk dediselisasi berkapasitas 30 MWac/47 MWp yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS), PLTS Pessel Bukik Ameh 50 MW, serta PLTG Sijunjung Blok Sinamar berkapasitas 25 MW.


Pengembangan sektor energi ini diharapkan mampu memperkuat cadangan daya listrik di Sumbar, meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan, sekaligus mengoptimalkan potensi gas bumi.


Khusus di Kepulauan Mentawai, pembangunan PLTS juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbahan bakar diesel. Selain memperkuat sistem kelistrikan, proyek tersebut dinilai dapat membuka ruang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.


Peluang investasi juga ditawarkan melalui pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur. Pemprov Sumbar menilai pelabuhan tersebut memiliki posisi penting dalam memperkuat arus logistik dan menunjang aktivitas industri, termasuk distribusi komoditas crude palm oil (CPO).


Rencana pengembangan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembangunan dermaga baru, reklamasi kawasan, instalasi pipa CPO hingga pembangunan breakwater untuk kebutuhan jangka panjang.


Tak hanya pelabuhan, kawasan Muara Padang juga menjadi salah satu potensi yang dipaparkan kepada Danantara. Kawasan tersebut diarahkan untuk dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang mencakup pariwisata dan rekreasi, kuliner, pusat komersial dan ritel, jasa kreatif, properti hingga perhotelan.


Pengembangan kawasan itu juga berkaitan dengan rencana pembangunan Maritime Center yang saat ini masih berada dalam proses perizinan.


Mahyeldi menegaskan Pemprov Sumbar siap mengambil peran dalam menyiapkan berbagai kebutuhan agar rencana investasi tersebut dapat berjalan. Dukungan pemerintah daerah mencakup aspek regulasi, tata ruang, lahan hingga koordinasi dengan pemerintah pusat dan BUMN.


“Untuk mewujudkan semua ini tentu membutuhkan kolaborasi. Pemerintah daerah siap menyiapkan dukungan yang diperlukan, baik dari sisi regulasi, tata ruang, lahan, maupun koordinasi dengan pemerintah pusat dan BUMN,” katanya.


Respons positif datang dari Danantara. Dony Oskaria menilai sejumlah proyek yang ditawarkan Sumbar memiliki keterkaitan dengan prioritas pembangunan pemerintah pusat sehingga terbuka peluang untuk dikembangkan secara bertahap.


Beberapa proyek yang mendapat perhatian antara lain PLTS Mentawai, PLTG Sijunjung Blok Sinamar serta percepatan penetapan sejumlah WPR yang sebelumnya telah diusulkan.


“Beberapa yang disampaikan ini sesuai dengan prioritas pemerintah, sehingga layak untuk kita prioritaskan secara bertahap,” ujar Dony.


Sementara untuk pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur, Dony menekankan pentingnya memastikan kesesuaian rencana tersebut dengan dokumen tata ruang Kota Padang.


Menurutnya, penyesuaian maupun revisi RTRW dan RDTR menjadi bagian penting agar pengembangan kawasan pelabuhan dapat berjalan sesuai dengan peruntukan ruang yang telah ditetapkan.


Dony juga melihat adanya peluang pemanfaatan material hasil galian dari pembangunan terowongan Tol Sicincin-Bukittinggi yang direncanakan memiliki panjang sekitar 5,8 kilometer. Material tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan material dalam rencana perluasan kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.


Pertemuan antara Pemprov Sumbar dan Danantara ini menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan potensi daerah dengan sumber pembiayaan investasi nasional.


Dengan sejumlah proyek yang ditawarkan, Sumbar berharap peluang investasi tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan energi, memperlancar konektivitas logistik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Buka Peluang Investasi Danantara untuk Proyek Strategis Sumbar
  • 0

Terkini