Iklan

Kualitas Udara Menurun, Daswippetra Salurkan 20 Ribu Masker untuk Warga dan Sekolah di Solok

Sabtu, 19 September 2026, 6:01:00 PM WIB Last Updated 2026-09-19T11:01:32Z
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Daswippetra Dt Mjj Alam saat menyalurkan masker

SOLOK, politicnewss.id — Kabut asap mulai mengusik aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Kondisi udara yang menurun menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak dan pelajar yang tetap harus menjalani kegiatan pendidikan.


Merespons kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Daswippetra Dt Mjj Alam, mengambil langkah langsung dengan menyalurkan sebanyak 20 ribu masker kepada masyarakat dan pelajar di Kota dan Kabupaten Solok.


Bantuan tersebut diberikan secara bertahap. Sebanyak 10 ribu masker telah dibagikan kepada masyarakat umum, sementara 10 ribu masker lainnya diperuntukkan bagi pelajar melalui sejumlah sekolah.


Penyaluran masker ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang masih harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat sebaran asap.


Persoalan kabut asap sendiri bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan. Ketika kualitas udara menurun, dampaknya dapat dirasakan masyarakat dalam berbagai aktivitas, mulai dari kesehatan hingga kegiatan pendidikan dan mobilitas warga.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya melaporkan adanya sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat. Kondisi atmosfer yang cenderung kering pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan serta penyebaran asap.


Dampak terhadap dunia pendidikan bahkan sudah dirasakan di Solok Selatan. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pada 17 September 2026 mengambil kebijakan penyesuaian kegiatan pembelajaran setelah kualitas udara di wilayah tersebut terdampak kabut asap selama beberapa pekan.


Kondisi ISPU yang berada pada kategori tidak sehat membuat pemerintah mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik. Pembelajaran PAUD dan TK diliburkan, sedangkan siswa SD dan SMP diarahkan mengikuti pembelajaran dari rumah pada 18–19 September 2026.


Situasi tersebut menjadi perhatian Daswippetra. Menurutnya, kondisi kualitas udara yang memburuk harus disikapi dengan kepedulian bersama, terlebih anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kondisi udara tidak sehat.


“Kita melihat kondisi kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, saya merasa perlu melakukan sesuatu yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Daswippetra.


Ia menyadari pembagian masker bukanlah jawaban untuk menyelesaikan persoalan kabut asap secara keseluruhan. Namun, menurutnya, masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan sederhana bagi masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah.


“Masker memang bukan solusi untuk menyelesaikan kabut asap. Tetapi setidaknya ini menjadi ikhtiar untuk membantu masyarakat, terutama anak-anak yang masih harus menjalani aktivitas pendidikan,” ujarnya.


Daswippetra menegaskan, perhatian terhadap kondisi masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Aspirasi masyarakat, menurutnya, tidak selalu harus berhenti pada penyampaian persoalan, tetapi sebisa mungkin diikuti dengan tindakan nyata.


“Ketika masyarakat menghadapi persoalan, wakil rakyat harus hadir. Jangan hanya melihat dan menyampaikan keprihatinan. Kalau ada yang bisa kita lakukan dan langsung membantu masyarakat, tentu harus kita lakukan,” katanya.


Ia berharap 20 ribu masker yang telah disalurkan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelajar, khususnya ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan.


Daswippetra juga mengingatkan masyarakat untuk terus memperhatikan perkembangan kualitas udara. Jika kondisi udara memburuk, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus keluar rumah.


“Kita berharap kondisi ini segera membaik. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa memberikan manfaat dan menunjukkan bahwa masyarakat tidak menghadapi kondisi ini sendirian,” tuturnya.


Menurut Daswippetra, fenomena kabut asap juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi dampak penurunan kualitas udara. Pemantauan kondisi udara dan langkah perlindungan terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan dan anak-anak, perlu terus dilakukan agar gangguan terhadap kesehatan maupun aktivitas warga dapat ditekan.

Komentar

Tampilkan

  • Kualitas Udara Menurun, Daswippetra Salurkan 20 Ribu Masker untuk Warga dan Sekolah di Solok
  • 0

Terkini