Iklan

Tinjau Banjir Bandang Solok, Gubernur Mahyeldi: Utamakan Keselamatan Warga dan Percepatan Pemulihan

Rabu, 23 September 2026, 7:37:00 AM WIB Last Updated 2026-09-23T00:37:19Z

 

Gubernur Mahyeldi saat meninjau wilayah terdepak bencana galodo di Solok

SOLOK, politicnewss.id — Suasana duka masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Solok setelah banjir bandang atau galodo menerjang Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, turun langsung melihat kondisi warga sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan di lapangan.


Mahyeldi meninjau lokasi terdampak pada Selasa (22/9/2026), setelah bencana yang terjadi pada Senin malam (21/9) tersebut merendam dan menerjang sejumlah permukiman warga serta kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.


Di lokasi, perhatian utama pemerintah diarahkan pada keselamatan masyarakat. Selain memastikan warga terdampak mendapatkan kebutuhan dasar dan bantuan logistik, pemerintah juga mempercepat pencarian korban serta pendataan kerusakan akibat bencana.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi di Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak. Tadi ada dua orang yang hilang, alhamdulillah satu sudah ditemukan. Mudah-mudahan satu korban lagi juga segera ditemukan,” ujar Mahyeldi saat berada di lokasi bencana.


Bagi pemerintah, kata Mahyeldi, penanganan bencana tidak berhenti pada proses evakuasi. Kondisi rumah warga, fasilitas umum, hingga gedung pemerintahan yang terdampak juga harus segera didata sehingga kebutuhan pemulihan dapat dihitung secara tepat.


Karena itu, ia meminta proses pendataan dan validasi kerusakan dilakukan dengan cepat, namun tetap cermat. Data tersebut nantinya menjadi pijakan dalam menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.


“Melalui Pak Sekda, validasi data harus segera disiapkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi, baik rumah warga maupun kantor pemerintahan bisa segera dilakukan,” tegasnya.


Banjir bandang membawa material lumpur dari kawasan perbukitan dan menerjang sejumlah kawasan di sekitar permukiman serta pusat pelayanan pemerintahan. Dampaknya cukup besar. Sebanyak 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Solok dilaporkan mengalami kerusakan berat.


Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Keputusan itu diambil setelah Bupati Solok, Jon Firman Pandu, berkoordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


“Ini duka kita bersama. Pusat pemerintahan Kabupaten Solok hampir bisa dikatakan lumpuh total karena berada di kawasan terdampak paling parah. Setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan,” ujar Jon Firman Pandu.


Selama masa tanggap darurat, pemerintah berupaya memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal tetap memiliki tempat untuk berlindung. Rumah Dinas Wakil Bupati Solok pun digunakan sebagai posko evakuasi sementara.


Di sisi lain, dapur umum tingkat kabupaten dan provinsi turut disiagakan. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan makanan dan logistik warga terdampak dapat terus terpenuhi selama proses penanganan berlangsung.


Perhatian juga diberikan terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan. Pemerintah menyiagakan alat berat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama dinas terkait untuk membersihkan dan mengeruk material sedimen yang terbawa banjir.


Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi, terutama setelah adanya peringatan dini dari BMKG terkait potensi curah hujan tinggi di wilayah Solok.


Mahyeldi meminta seluruh unsur pemerintah tetap berada di lapangan dan bekerja secara bersama-sama. Menurutnya, dalam situasi bencana, kecepatan penanganan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap warga, yang paling penting, lanjutnya, masyarakat harus merasa aman, kebutuhan dasarnya terpenuhi, dan proses pemulihan dapat segera dimulai.


"Pemerintah provinsi dan kabupaten pun terus berkoordinasi agar penanganan selama masa tanggap darurat dapat berjalan dengan baik, sekaligus menjadi langkah awal untuk memulihkan kembali kehidupan masyarakat dan fasilitas pemerintahan yang terdampak," ujarnya.

Komentar

Tampilkan

  • Tinjau Banjir Bandang Solok, Gubernur Mahyeldi: Utamakan Keselamatan Warga dan Percepatan Pemulihan
  • 0

Terkini