Jembatan KA Lembah Anai Menuai Polemik, Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Fadli Zon Kompak Minta Kaji Ulang

Jembatan kereta api lembah Anai yang masih kokoh setelah dihantam galodoh


TANAH DATAR,  — Wacana pembongkaran Jembatan Kereta Api Lembah Anai kembali memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat. Jembatan legendaris yang berdiri di jalur strategis Sumatera Barat itu terancam dibongkar usai diterjang banjir bandang dan longsor hebat beberapa waktu lalu.


Isu ini langsung mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. Ia menegaskan, rencana pembongkaran tidak bisa dilakukan secara terburu-buru, mengingat jembatan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.


Menurut Gubernur Sumbar Mahyeldi, Jembatan KA Lembah Anai bukan sekadar bangunan besi tua. Infrastruktur ini merupakan bagian penting dari Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) yang telah diakui dunia melalui UNESCO.


“Jembatan kereta api ini berkaitan erat dengan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto, sehingga perlu kajian dan analisa yang lebih mendalam sebelum diambil keputusan,” ujar Mahyeldi, Rabu (24/12/2025).


Ia menekankan, status warisan dunia membawa tanggung jawab besar bagi pemerintah untuk menjaga keaslian dan kelestariannya. Salah langkah, bisa berdampak panjang pada citra Sumatera Barat di mata internasional.


Tak hanya dari daerah, perhatian juga datang dari pusat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi jembatan sebelum keputusan final diambil.


Fadli menilai jembatan Lembah Anai sebagai saksi bisu sejarah transportasi dan industri masa lampau yang tidak tergantikan oleh bangunan modern.


“Kalau masih memungkinkan untuk diperbaiki, tentu perbaikan adalah pilihan terbaik. Tapi semua harus kita lihat langsung di lapangan karena ini masih tahap awal pembahasan,” tegas Fadli.


Di sisi lain, kekhawatiran soal keselamatan juga tak bisa diabaikan. Kerusakan akibat banjir bandang telah berdampak pada badan jalan nasional di bawah jembatan, sehingga muncul usulan penataan ulang kawasan secara menyeluruh.


Namun bagi masyarakat Sumatera Barat dan para pemerhati sejarah, Jembatan Lembah Anai adalah ikon yang melekat kuat dalam ingatan kolektif. Jika jembatan ini hilang, bukan hanya struktur besi yang lenyap, tetapi juga sepotong cerita besar tentang Kereta Api Mak Itam dan sejarah pertambangan Minangkabau.


Kini, keputusan besar menanti: menyelamatkan sejarah atau mengorbankannya demi penataan ulang. Publik pun menanti langkah pemerintah selanjutnya.