Kerja Keras Perumda AM Padang Pulihkan Layanan Air Pasca Bencana, Pelayanan Kini Capai 99 Persen

 

Dirut Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal ikut mendistribusikan air kepada warga

PADANG, politicnewss.id– Bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada November 2025 lalu sempat melumpuhkan sistem penyediaan air bersih. Sekitar 90 persen intake Perumda Air Minum Kota Padang tersumbat, bahkan tujuh intake mengalami kerusakan parah, menyebabkan distribusi air ke masyarakat terganggu.

Namun, berkat kerja cepat dan maksimal seluruh tim teknis, dalam waktu satu minggu pelayanan berhasil dipulihkan hingga 77 persen. Upaya perbaikan terus dilakukan tanpa henti, hingga akhirnya pada 24 Desember 2025 pelayanan telah mencapai 99 persen, dan bertahan hingga Januari 2026.

“Sesuai target pemerintah kota, kami bekerja optimal. Alhamdulillah sejak 24 Desember 2025 pelayanan sudah 99 persen, didukung pulihnya intake Palukahan dua jalur,” ujar Direktur Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, Jumat (22/1/2026).

Area Utara dan Selatan Hampir Normal

Hendra menjelaskan, saat ini area pelayanan selatan telah pulih normal, sedangkan area utara sudah 100 persen terlayani. Hanya beberapa perumahan di kawasan Gunung Nago yang masih terkendala, karena suplai airnya bersumber dari jalur selatan dan terkendala infrastruktur jembatan.

Sementara itu, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun belum bisa berproduksi maksimal. Penyebabnya, air baku masih keruh akibat pekerjaan normalisasi sungai di hulu dari Batu Busuk hingga mulut intake, serta pendangkalan sungai yang mengurangi debit air.

“Produksi IPA Gunung Pangilun belum bisa mencapai kapasitas normal 500 liter per detik. Saat ini hanya berkisar 420–440 liter per detik dan masih fluktuatif. Karena itu masih ada beberapa kawasan yang belum terlayani optimal, seperti Pancasila, Purus II sebagian, Koto Marapak, Jalan Hang Tuah, Pasopati, Sisingamangaraja, dan Pondok Mungil Ampang,” jelasnya.

Meski demikian, Hendra memastikan aliran air di wilayah tersebut sudah mulai membaik, bahkan sebagian pelanggan sudah kembali menikmati layanan pada malam hari.

Didukung Banyak Pihak, Solusi Jangka Panjang Disiapkan

Dalam penanganan pasca bencana, Perumda Air Minum Kota Padang juga mendapat dukungan besar dari Balai Wilayah Sungai (BWS), khususnya dalam perbaikan darurat intake dan pemasangan pipa.

Selain itu, pemerintah pusat dan daerah telah menyetujui program bantuan strategis untuk memperkuat sistem air bersih Kota Padang ke depan, di antaranya:

Tambahan kapasitas 200 liter per detik dari pembangunan jaringan Palukahan

Pemasangan pipa sepanjang 19 kilometer

Pembangunan pengganti IPA Gunung Pangilun

“Program ini akan mulai dilelang tahun 2026 dan ditargetkan selesai akhir 2027. Setelah semua terpasang, persoalan krisis air bersih di Kota Padang akan teratasi secara permanen,” tegas Hendra.

Distribusi Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pasca bencana, dua kecamatan masih terdampak kekeringan, yakni Kuranji dan Pauh, akibat terputusnya saluran irigasi. Untuk membantu warga, Perumda Air Minum telah menyalurkan lebih dari 27 juta liter air bersih.

Pengisian mobil tangki dilakukan di IPA Palukahan dan IPA Sikayang, karena kedua lokasi memiliki tekanan air yang stabil. Dalam satu menit, satu mobil tangki bisa terisi penuh — jauh lebih cepat dibanding pengisian dari sumur bor yang memakan waktu hingga 45 menit.

Penyaluran air ke masyarakat terdampak juga didukung BPBD Kota, BPBD Provinsi, PMI, dan Dinas PU, termasuk penambahan armada tangki air.

Respons Cepat di Lapangan

Tidak hanya memulihkan jaringan utama, Perumda Air Minum juga memberikan tandon air bagi warga terdampak serta meminjamkan pipa bekas untuk mengalirkan air ke saluran irigasi agar sumur warga kembali terisi.

“Pipa baru perlu prosedur administrasi, jadi kami bergerak cepat dengan memanfaatkan pipa yang tersedia agar air segera mengalir ke warga,” kata Hendra.

Target Pemulihan Total 2027–2028

Hendra menegaskan bahwa pemulihan total sistem air bersih Kota Padang ditargetkan tuntas pada Desember 2027, dan pada 2028 layanan akan kembali berjalan normal sepenuhnya dengan kapasitas lebih besar dari sebelumnya.


Berita Terkait


Perumda AM Padang Umumkan Gangguan Distribusi Air, Perbaikan Pompa Dosing Intake Kampung Koto

Krisis Air Bersih Mengancam, Gubernur Sumbar Turun Tangan Pimpin Rapat Darurat di Padang

Pemprov Sumbar Kaji Syarat Nikah Tanam Pohon, Pengantin Didorong Wakaf Bibit

Gangguan Distribusi Air Bersih di Padang, Perumda AM Lakukan Pekerjaan Koneksi Pipa DN 600