![]() |
| Wisatawan dari Eropa dan Asia berwisata ke Mentawai |
MENTAWAI, politicnewss.id — Upaya serius Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam mengangkat wisata budaya akhirnya membuahkan hasil nyata. Sebuah kapal pesiar asing berbendera Prancis, MV. Le Jacques Cartier, bersandar di perairan Mentawai dan membawa ratusan wisatawan mancanegara untuk menikmati langsung kekayaan budaya lokal.
Kapal pesiar mewah tersebut tiba di Muara Siberut, Kamis (15/1/2026), dengan membawa 155 wisatawan asing dari berbagai negara Eropa dan Asia, serta 20 kru kapal. Kedatangan ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan wisatawan internasional terhadap destinasi wisata budaya Sumatera Barat, khususnya Kepulauan Mentawai.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyambut positif kedatangan kapal pesiar tersebut. Ia menilai momentum ini sebagai bukti konkret bahwa promosi pariwisata budaya Mentawai mulai mendapat tempat di mata dunia.
“Alhamdulillah, ini kabar baik bagi Sumatera Barat. Kehadiran wisatawan mancanegara dalam jumlah besar ke Mentawai menunjukkan promosi wisata budaya yang kita lakukan mulai membuahkan hasil,” ujar Mahyeldi di Padang, Jumat (16/1/2026).
Selama berada di Mentawai, para wisatawan mengikuti rangkaian wisata budaya di Desa Wisata Muntei, Kecamatan Siberut Selatan. Mereka disambut hangat oleh masyarakat setempat melalui Tari Turuk Laggai, tarian tradisional khas Mentawai yang sarat makna dan filosofi alam.
Tak hanya menyaksikan pertunjukan seni, para turis juga diajak berkeliling desa untuk melihat langsung kehidupan masyarakat adat, rumah tradisional, serta kearifan lokal yang hingga kini masih terjaga.
Menurut Mahyeldi, wisata budaya berbasis kearifan lokal merupakan kekuatan utama Mentawai yang memiliki daya tarik unik dan tidak dimiliki daerah lain.
“Mentawai punya budaya yang otentik, alam yang indah, dan masyarakat yang ramah. Wisatawan datang bukan sekadar melihat, tetapi belajar dan merasakan langsung kehidupan masyarakat kita,” katanya.
Pemprov Sumbar, lanjut Mahyeldi, berkomitmen mendorong pengembangan pariwisata Mentawai secara berkelanjutan, dengan tetap menjaga nilai budaya, kelestarian lingkungan, serta memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
“Pariwisata harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, desa wisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif terus kita dorong agar tumbuh bersama,” tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, masyarakat desa, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kunjungan wisatawan mancanegara tersebut.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat Mentawai yang telah menjadi tuan rumah yang baik. Semoga ini menjadi awal dari kunjungan-kunjungan berikutnya,” tutup Mahyeldi.
Di sisi lain, Mahyeldi menilai kehadiran kapal pesiar asing ini bukan hanya menjadi capaian sektor pariwisata, tetapi juga bagian penting dari pemulihan ekonomi daerah, pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir November lalu.
“Di tengah upaya pemulihan pascabencana, kabar baik dari sektor pariwisata ini diharapkan mampu menstimulus pemulihan sektor-sektor lainnya,” ungkapnya.
Usai mengikuti rangkaian wisata budaya, rombongan wisatawan kembali ke kapal dan melanjutkan pelayaran menuju Pulau Nias, meninggalkan jejak optimisme baru bagi kebangkitan pariwisata Mentawai dan Sumatera Barat.
Berita Terkait
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Literasi Sekolah, Tekan Kenakalan Remaja Sejak Dini
Fenomena Sinkhole Limapuluh Kota Disorot, Wagub Tegaskan Bukan Air Bertuah
R3P Sumbar Rampung, Gubernur Mahyeldi Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
