![]() |
| Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat safari ramadan di Masjid Jabal Nur Agam |
AGAM, politicnewss.id – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menggelar Safari Ramadan di Masjid Jabal Nur, Jorong Koto Gadang, Nagari Persiapan Koto Gadang, Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Selasa (24/2/2026) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Muhidi berbuka puasa bersama masyarakat setempat dan memberikan apresiasi atas berbagai program keagamaan yang dijalankan Masjid Jabal Nur. Masjid yang dibangun pada tahun 2020 itu kini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan pendidikan dan pembinaan umat.
Baca Juga : Tak Ingin Masjid Sepi Jamaah, Evi Yandri Usulkan WiFi dan Serahkan Bantuan Rp50 Juta
Baca Juga : Safari Ramadhan di Pauh, Evi Yandri Serahkan Bantuan Rp20 Juta untuk Mushalla Al-Jannah
Berbagai program unggulan telah berjalan, mulai dari pelatihan imam dan khatib guna melahirkan generasi yang mumpuni di Nagari Koto Gadang, hingga program tahfiz Al-Qur’an. Bahkan, tercatat sebanyak 10 dari 80 santri berhasil menghafal juz 30.
![]() |
Muhidi menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. “Dengan silaturahmi, hidup menjadi berkah, kebaikan terus bertambah, umur dipanjangkan dan rezeki dilapangkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Mahyeldi Ansharullah dan Vasko Ruseimy, yakni “Sumbar Madani yang Berkelanjutan”.
Menurutnya, visi tersebut didukung delapan misi pembangunan, dengan penekanan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kita ingin lahir generasi Sumatera Barat yang cerdas dan berakhlak mulia. Falsafah kita jelas, adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Anak-anak kita harus rajin ke masjid dan tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an,” tegasnya.
Muhidi juga mengungkapkan, DPRD Sumbar tengah menyiapkan revisi Perda tentang pendidikan guna memastikan pemerataan akses pendidikan. Ia menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi anak yang tamat SMP tidak melanjutkan ke SMA atau SMK. Ia juga menjelaskan pembagian kewenangan, di mana provinsi bertanggung jawab atas SMA dan SMK, sementara SD, SMP, dan TK menjadi kewenangan kabupaten/kota.
Selain pendidikan, sektor UMKM juga menjadi perhatian serius Pemprov Sumbar, mulai dari pembinaan hingga pemasaran produk. Di sisi lain, pemerintah juga tengah menangani dampak bencana banjir dan longsor yang melanda 16 kabupaten/kota, menyebabkan puluhan ribu hektare lahan pertanian terdampak. Pendataan R3P disebut telah rampung dalam waktu sekitar 48 hari.
Baca Juga : Ketua DPRD Sumbar Ajak Pelajar SMA Jauhi Maksiat, Ingatkan Masa Depan Generasi Muda
Baca Juga : Antisipasi Siklus Cuaca, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Targetkan Dokumen R3P Segera Rampung
Dalam Safari Ramadan tersebut, Ketua DPRD Sumbar menyalurkan bantuan Pemerintah Provinsi Sumbar sebesar Rp50 juta, bantuan Bank Nagari sebesar Rp5 juta, 40 mushaf Al-Qur’an, serta sumbangan pribadi sebesar Rp1 juta.
Sementara itu, warga setempat turut menyampaikan aspirasi terkait dukungan kegiatan kepemudaan dan pembinaan generasi muda masjid agar semakin aktif dan produktif selama Ramadan maupun di luar Ramadan.


