![]() |
| Gubernur Sumbar Mahyeldi |
Dalam tausiyah bertema “Hikmah Ramadhan: Disiplin dan Jujur sebagai Kunci Menjadi Pemimpin”, Mahyeldi menyampaikan bahwa setiap individu pada hakikatnya adalah pemimpin—setidaknya bagi diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat luas.
“Salah satu kunci menjadi pemimpin itu bisa kita ambil dari hikmah berpuasa di bulan Ramadhan,” ujar Mahyeldi di hadapan jamaah salat Ashar.
Menurutnya, ibadah puasa melatih disiplin waktu. Umat Muslim dituntut tepat dalam sahur dan berbuka tanpa bisa menambah atau mengurangi sesuka hati. Nilai kedisiplinan ini, kata dia, menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang tertib, konsisten, dan bertanggung jawab.
Tak hanya disiplin, puasa juga menanamkan kejujuran. Sejak niat hingga pelaksanaannya, hanya diri sendiri dan Allah SWT yang mengetahui kualitas ibadah seseorang.
“Berpuasa atau tidak itu sangat bergantung pada kejujuran kita. Begitu pula dalam kepemimpinan, baik rakyat maupun pemimpin harus menjunjung tinggi kejujuran,” tegasnya.
Mahyeldi menambahkan, kepemimpinan yang dijalankan dengan disiplin dan integritas akan melahirkan kemajuan nyata bagi daerah dan masyarakat. Momentum Ramadan, lanjutnya, harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas diri sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan hibah secara simbolis sebesar Rp25 juta dari Pemprov Sumbar untuk mendukung renovasi dan pembangunan Masjid Raya Saniang Baka.
Turut mendampingi dalam Safari Ramadan itu, Wakil Bupati Solok H. Candra bersama jajaran pimpinan OPD Pemprov Sumbar yang tergabung dalam Tim Safari Ramadan Provinsi Sumbar serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Candra menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap percepatan pembangunan masjid di daerahnya. Ia menilai Safari Ramadan bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi pembangunan daerah.
“Safari ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait pembangunan,” ujarnya.
