![]() |
| Gubernur Mahyeldi saat sidak di Samsat Padang Panjang |
PADANG PANJANG, politicnewss.id — Hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idulfitri 1447 H langsung diwarnai sorotan tajam. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menemukan persoalan serius dalam kualitas komunikasi pelayanan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Samsat Kota Padang Panjang, Rabu (25/3/2026).
Dalam sidak tersebut, Gubernur tak hanya meninjau alur pelayanan, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat yang tengah mengurus pajak kendaraan. Hasilnya, ia mendapati antrean panjang yang dipicu gangguan sistem—namun ironisnya, tanpa penjelasan jelas kepada masyarakat.
Baca Juga : Puncak Libur Lebaran, Gubernur Soroti Wajah Pariwisata Sumbar di Bukittinggi
“Kedepan hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Kalau ada kendala, sampaikan dan umumkan segera. Jangan sampai masyarakat menunggu tanpa kepastian,” tegas Mahyeldi dengan nada serius.
Pantauan di lapangan menunjukkan pelayanan terganggu akibat sistem offline yang dipicu pemadaman listrik pada server pusat. Namun, minimnya informasi membuat masyarakat kebingungan. Bahkan, ada warga yang sudah mendaftar sejak pukul 09.00 WIB, namun hingga pukul 11.30 WIB belum juga mendapatkan kepastian layanan.
Situasi ini menjadi catatan penting bagi Pemprov Sumbar. Gubernur menekankan bahwa keterbukaan informasi adalah kunci utama dalam pelayanan publik, terutama saat terjadi kendala teknis.
“Jangan biarkan masyarakat menunggu terlalu lama tanpa penjelasan. Informasikan setiap kendala yang terjadi, sehingga masyarakat dapat memahami situasi yang ada,” ujarnya.
Baca Juga : Ekonomi Sumbar Melambat, Gubernur Mahyeldi Genjot Kolaborasi Daerah dari Dharmasraya
Tak hanya memberi teguran, Mahyeldi juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada masyarakat atas ketidaknyamanan tersebut. Ia turut mengapresiasi kesadaran warga yang tetap antusias membayar pajak sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Terima kasih kepada masyarakat yang telah patuh membayar pajak. Ini bagian dari dukungan kita untuk kemajuan daerah. Kami mohon maaf, ini akan jadi bahan evaluasi,” tutupnya.
Sidak ini turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto, serta Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani.
