![]() |
| Gubernur Mahyeldi saat hadiri supermentor 28 om leadership |
JAKARTA, politicnewss.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menghadiri forum bergengsi Supermentor-28 on Leadership yang digelar di The St. Regis Auditorium, Selasa malam (14/4/2025). Kehadiran orang nomor satu di Sumbar itu menjadi bagian dari upaya memperkaya perspektif kepemimpinan di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Dalam forum tersebut, Mahyeldi mengaku memperoleh banyak wawasan baru terkait teori dan praktik kepemimpinan modern yang relevan dengan tantangan zaman.
“Materinya sangat berbobot dan penuh pembelajaran. Kita bisa bertukar pengalaman dengan tokoh nasional dan internasional terkait kepemimpinan di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.
Baca Juga : Pemprov Sumbar dan Pengusaha Sawit Perkuat Dialog Bahas Pajak Air Permukaan
Menurut Mahyeldi, forum ini menegaskan bahwa pemimpin besar lahir dari situasi penuh tantangan. Keteguhan karakter dan keberanian mengambil keputusan di masa sulit menjadi kunci utama.
“Sejarah membuktikan, pemimpin besar tidak lahir dari situasi yang mudah. Mereka dibentuk oleh keberanian moral saat menghadapi ujian zaman,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, sedikitnya tiga narasi besar dari tokoh dunia menjadi sorotan utama. Pertama, kisah Nelson Mandela yang disampaikan melalui perspektif Ebrahim Rasool, menekankan pentingnya rekonsiliasi untuk menyatukan bangsa yang terpecah.
Kedua, pemikiran Lee Kuan Yew yang diulas oleh Chan Heng Chee, tentang disiplin visi dalam membangun negara hingga menjadi kekuatan ekonomi dunia.
Ketiga, pengalaman Susilo Bambang Yudhoyono yang mengupas strategi menjaga stabilitas dan mengambil keputusan di masa transisi serta krisis nasional.
“Dari mereka kita belajar bahwa pemimpin tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral,” tambah Mahyeldi.
Baca Juga : Wagub Vasko Gaspol Investasi Padat Karya, Sumbar Bidik Rp13,3 Triliun di 2027
Forum prestisius ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, Eddy Soeparno, Teuku Riefky Harsya, serta sejumlah pejabat dan tokoh nasional lainnya seperti Sandiaga Salahuddin Uno dan Dino Patti Djalal.
Kehadiran para tokoh lintas sektor dan negara ini semakin memperkuat posisi forum sebagai ruang bertukar gagasan strategis dalam membangun kepemimpinan masa depan yang adaptif dan berintegritas.
