Kejar Pertumbuhan 6,9 Persen, Sumbar Dorong Hilirisasi dan Investasi

Pemprov Sumbar saat menyampaikan keterangan pers

PADANG, politicnewss.id  — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) tancap gas mengejar target pertumbuhan ekonomi 6,9 persen pada periode 2026–2027. Strategi besar pun disiapkan: memperkuat investasi dan mengakselerasi hilirisasi sebagai mesin utama penggerak ekonomi daerah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa pola lama yang bertumpu pada konsumsi tak lagi cukup untuk mendorong lompatan ekonomi.

“Kita tidak bisa lagi bergantung pada konsumsi. Investasi harus menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi,” tegas Mahyeldi.

Baca Juga : CFD Kembali Menggeliat, Warga Padang Serbu Jalan Sudirman, UMKM Ikut Panen Rezeki

Baca Juga : Gubernur Mahyeldi dan Menteri Hukum Resmikan 1.265 Posbankum di Sumbar, Akses Keadilan Kini Menjangkau Hingga Nagari

Saat ini, struktur ekonomi Sumbar masih didominasi konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50 persen. Di sisi lain, peran investasi dinilai belum optimal, meskipun nilainya melonjak tajam dari Rp2,66 triliun pada 2022 menjadi Rp17,13 triliun di 2025.

Namun, di balik lonjakan tersebut, muncul persoalan serius: investasi yang masuk masih didominasi sektor padat modal, sehingga belum berdampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Kita perlu mendorong investasi yang tidak hanya besar, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” ujar Mahyeldi.

Pemprov Sumbar pun memasang target ambisius. Nilai investasi ditargetkan mencapai Rp13,3 triliun pada 2027 dan terus meningkat hingga Rp18,8 triliun pada 2030. Konsistensi pertumbuhan ini diharapkan menjadi mesin utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mahyeldi optimistis, dengan sinergi potensi antar daerah, ekonomi Sumbar bisa naik kelas.

“Setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing. Jika disinergikan secara terintegrasi, ekonomi kita bisa melompat ke level yang lebih tinggi,” katanya.

Dorongan serupa juga datang dari pemerintah pusat. Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Medrilzam, menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi agar Sumbar tidak terlalu bergantung pada sektor tradisional.

Selama ini, ekonomi Sumbar masih bertumpu pada pertanian dan perkebunan. Ke depan, daerah didorong untuk mengembangkan sektor baru dan memperkuat hilirisasi—yakni mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.

Baca Juga : Hafiz Cilik Sumbar Bersinar! Juara 1 Hafiz Indonesia 2026 Disambut Haru dan Apresiasi Gubernur

Baca Juga : Sekdaprov Sumbar Lantik 44 Pejabat, Terapkan Sistem Penilaian 360 Derajat

“Kita perlu diversifikasi sumber ekonomi agar lebih tangguh. Sumbar tidak boleh hanya memproduksi bahan mentah, tapi harus menciptakan produk turunan,” tegas Medrilzam.

Langkah hilirisasi ini dinilai sejalan dengan kebijakan nasional sekaligus menjadi kunci kemandirian ekonomi daerah. Jika berhasil, Sumbar tak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga menciptakan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.