![]() |
| Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat pembukaan MTQ ke 32 Kecamatan Padang Timur |
PADANG, politicnewss.id – Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-42 tingkat Kecamatan Padang Timur tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum strategis untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan global.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi saat menghadiri pembukaan MTQN ke-42 di Lapangan Pondok Indah Pratama, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Minggu (14/6/2026).
Di hadapan peserta dan masyarakat yang hadir, Muhidi menegaskan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an harus ditanamkan sejak dini sebagai bekal utama menghadapi perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, generasi masa depan tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus kuat secara spiritual dan emosional.
“MTQ bukan hanya soal mencari juara. Yang lebih penting adalah melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, menjadikannya pedoman hidup, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, cerdas, dan mampu bersaing di tengah era disrupsi,” ujarnya.
Muhidi menilai derasnya arus globalisasi menuntut lahirnya generasi yang memiliki fondasi nilai yang kuat. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti MTQ memiliki peran penting dalam membangun karakter sekaligus memperkuat identitas generasi muda Minangkabau.
Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat telah memberikan pengakuan terhadap kekhasan budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi peluang besar bagi Sumatera Barat untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi pemenang di tengah persaingan global tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai agama.
“Ini adalah modal besar bagi Sumatera Barat. Kita memiliki budaya dan nilai keagamaan yang kuat untuk melahirkan generasi yang siap menghadapi masa depan,” katanya.
Muhidi menambahkan, keberhasilan mencetak generasi unggul tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun karakter anak-anak sejak dini.
Ia menekankan empat pilar utama yang harus diperkuat, yakni menjadikan iman sebagai pondasi, akhlak sebagai identitas, kasih sayang sebagai perekat, serta ilmu pengetahuan sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Jika empat pilar ini berjalan beriringan, maka kita optimistis akan lahir generasi Sumbar yang tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat,” tuturnya.
MTQN ke-42 tingkat Kecamatan Padang Timur akan berlangsung hingga Senin (15/6/2026) dan diikuti peserta dari berbagai kelurahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat syiar Islam sekaligus membangun generasi Qurani yang siap menjawab tantangan zaman.
