Iklan

Gubernur Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Rupiah Siap Menjangkau Pulau-Pulau Terluar Mentawai

Rabu, 03 Juni 2026, 7:36:00 PM WIB Last Updated 2026-06-03T12:36:21Z
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai


PADANG, politicnewss.id – Komitmen negara menghadirkan layanan keuangan hingga ke pelosok negeri kembali ditegaskan. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Rabu (3/6/2026).


Program yang digagas oleh Bank Indonesia tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) tetap mendapatkan akses terhadap uang rupiah layak edar sekaligus layanan keuangan yang memadai.


Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa keberadaan rupiah hingga ke pulau-pulau terluar bukan sekadar memenuhi kebutuhan transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi simbol nyata kehadiran negara di seluruh wilayah Indonesia.


“Setiap lembar rupiah yang sampai ke pulau-pulau terluar membawa pesan bahwa negara hadir dan melayani seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” tegas Mahyeldi.


Menurutnya, kondisi geografis Mentawai yang terdiri dari gugusan pulau tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang setara dengan daerah lainnya. Karena itu, sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, dan perbankan dinilai sangat penting untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.


Mahyeldi juga menyoroti manfaat besar dari Ekspedisi Rupiah Berdaulat dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Selain menyediakan uang layak edar, program ini juga melayani penukaran uang rusak serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencintai, mengenali, dan merawat rupiah.


“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan, termasuk warga yang tinggal di daerah kepulauan dan wilayah 3T seperti Mentawai,” ujarnya.


Sementara itu, Komandan Komando Daerah Maritim II Padang, Sarimpunan Tanjung, mengatakan ekspedisi ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga kelancaran distribusi rupiah hingga ke pelosok Nusantara.


Untuk mendukung misi tersebut, TNI AL mengerahkan KRI Kurau-856 yang akan berlayar selama tujuh hari menyusuri rute Padang–Siberut–Muara Sikabaluan–Sipora–Pagai Utara–Pagai Selatan sebelum kembali ke Padang. Total pelayaran yang ditempuh mencapai sekitar 505 mil laut.


Di sisi lain, Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto, mengungkapkan bahwa ekspedisi di Sumbar merupakan ekspedisi keenam dari total 23 pelayaran serupa yang dilaksanakan Bank Indonesia sepanjang tahun 2026.


Menurutnya, kebutuhan uang tunai di daerah kepulauan dan kawasan terpencil masih cukup tinggi, sehingga keberadaan ekspedisi ini menjadi sangat penting untuk memastikan masyarakat memperoleh uang rupiah yang cukup dan berkualitas.


Selain menghadirkan layanan kas keliling, Bank Indonesia juga akan menggelar berbagai program edukasi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pelatihan bagi pelaku UMKM di wilayah tujuan ekspedisi.


Kegiatan pelepasan ekspedisi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Sumbar, jajaran Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, pimpinan perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 tidak hanya membawa uang ke pulau-pulau terluar Mentawai, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pemerataan layanan, penguatan ekonomi masyarakat, dan hadirnya negara hingga ke batas terdepan Indonesia.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Rupiah Siap Menjangkau Pulau-Pulau Terluar Mentawai
  • 0

Terkini