Iklan

Gubernur Mahyeldi Tantang ASN Sumbar Jadi Penulis dan Inovator, Birokrasi Harus Berbasis Ilmu Pengetahuan

Rabu, 03 Juni 2026, 6:00:00 PM WIB Last Updated 2026-06-03T11:01:15Z
Gubernur Mahyeldi 

PADANG, politicnewss.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk membangun budaya menulis, berpikir ilmiah, serta melahirkan berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan pelayanan publik di era modern.


Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Pelatihan Karya Tulis Ilmiah bagi Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar yang berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Barat, Rabu (3/6/2026).


Di hadapan para peserta, Mahyeldi menegaskan bahwa ASN saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif. Perkembangan teknologi yang begitu cepat, meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik, hingga kebutuhan akan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel mengharuskan ASN terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri.


“ASN harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Kemampuan berpikir kritis, analitis, dan berbasis data menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi tantangan birokrasi saat ini,” tegasnya.


Menurut Mahyeldi, pejabat fungsional memiliki posisi strategis karena menjadi garda terdepan dalam menjalankan tugas-tugas teknis pemerintahan yang membutuhkan keahlian khusus dan profesionalisme tinggi.


Ia menekankan bahwa karya tulis ilmiah tidak boleh dipandang hanya sebagai syarat administratif untuk kenaikan jenjang karier. Lebih dari itu, karya ilmiah harus menjadi wadah lahirnya ide, gagasan, inovasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat.


“Karya tulis ilmiah adalah instrumen penting untuk melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dari sana lahir gagasan dan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.


Mahyeldi juga mengajak seluruh ASN membangun budaya birokrasi berbasis pengetahuan atau knowledge-based bureaucracy, sehingga setiap program dan kebijakan pemerintah memiliki landasan analisis yang kuat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya menghasilkan pemahaman teori penulisan ilmiah, tetapi juga melahirkan karya-karya berkualitas yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.


“Kami ingin peserta mampu menghasilkan karya ilmiah yang inovatif, relevan dengan kebutuhan organisasi, dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan pelayanan publik di Sumatera Barat,” katanya.


Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Barat, Barlius, menjelaskan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pejabat fungsional dalam menyusun karya tulis ilmiah sesuai standar akademik sekaligus mendukung pengembangan profesi.


Sebanyak 30 pejabat fungsional mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dengan metode blended learning. Kegiatan berlangsung dalam tiga tahapan, yakni pembelajaran klasikal pada 3–5 Juni 2026, pembelajaran daring pada 8–9 Juni 2026, dan klasikal lanjutan pada 23–25 Juni 2026.


Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dan fasilitator dari Widyaiswara BPSDM Sumbar, Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, kalangan akademisi, serta pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.


Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pimpinan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, para widyaiswara, tenaga pengajar, dan panitia pelaksana. Pemerintah Provinsi Sumbar berharap pelatihan tersebut menjadi langkah nyata dalam menciptakan ASN yang lebih profesional, inovatif, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Tantang ASN Sumbar Jadi Penulis dan Inovator, Birokrasi Harus Berbasis Ilmu Pengetahuan
  • 0

Terkini