Iklan

Gubernur Mahyeldi Turun ke Pantai Purus, Pimpin Gerakan Bersih-Bersih Massal dan Serukan Perang Melawan Sampah

Sabtu, 06 Juni 2026, 6:16:00 PM WIB Last Updated 2026-06-06T11:16:00Z
Gubernur Mahyeldi saat ikut membersihkan Pantai Purus 

PADANG, politicnewss.id – Ribuan langkah kaki menyusuri bibir Pantai Purus, Padang, Sabtu (6/6/2026). Di tengah semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memimpin langsung aksi gotong royong massal dalam Gerakan Indonesia Asri yang digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia.


Kegiatan yang terhubung secara virtual dengan Presiden RI Prabowo Subianto itu menjadi simbol dimulainya gerakan kolektif untuk membangun budaya bersih dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.


Sebanyak 430 peserta dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, BUMN, BUMD, perusahaan swasta hingga pelaku usaha perhotelan, diterjunkan membersihkan kawasan Pantai Purus yang menjadi salah satu ikon wisata Kota Padang.


Dalam arahannya, Mahyeldi menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, tema tahun ini, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.


“Kesadaran menjaga lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan konkret. Kebersihan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas Mahyeldi.


Ia mengajak seluruh kepala daerah di Sumbar untuk terus menggerakkan semangat gotong royong hingga ke tingkat RT, RW, kelurahan, dan nagari agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh menjadi budaya yang mengakar.


Menurut Mahyeldi, keindahan alam Sumatera Barat merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama. Ia optimistis daerah ini akan semakin bersih, sehat, dan nyaman apabila kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terus meningkat.


Tak hanya soal kebersihan, Mahyeldi juga menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan sejak tingkat rumah tangga.


Sampah organik, kata dia, dapat diolah menjadi kompos maupun pakan maggot, sementara sampah anorganik seperti plastik memiliki nilai ekonomi jika didaur ulang dengan baik.


“Sampah jangan lagi dianggap sebagai masalah semata. Jika dikelola dengan benar, sampah bisa menjadi sumber manfaat bahkan bernilai ekonomi,” ujarnya.


Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Sumbar terus mendorong penerapan pengelolaan sampah mandiri di lingkungan kantor pemerintahan serta sekolah-sekolah SMA dan SMK negeri. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus membentuk karakter masyarakat yang lebih peduli lingkungan.


Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengungkap keterkaitan erat antara kebersihan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata. Ia mencontohkan keberhasilan penataan kawasan Pantai Padang saat menjabat Wali Kota Padang yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.


Menurutnya, kebersihan dan penataan kawasan wisata terbukti mampu mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.


“Kawasan yang bersih dan tertata akan menarik wisatawan datang. Ketika wisata tumbuh, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” katanya.


Mahyeldi turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari dunia usaha, perbankan, komunitas, relawan hingga masyarakat umum yang ikut berpartisipasi dalam aksi peduli lingkungan.


Ia berharap Gerakan Indonesia Asri tidak hanya menjadi agenda tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan sosial yang hidup dan terus berlanjut di tengah masyarakat.


“Kita ingin kesadaran menjaga kebersihan menjadi karakter setiap warga. Jangan menjadi bagian dari masalah sampah, tetapi jadilah bagian dari solusi,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Tasliatul Fuaddi, menyebut aksi bersih-bersih massal tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, relawan, komunitas, dan perguruan tinggi.


Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi pemicu lahirnya gerakan kebersihan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.


Gerakan bersih Pantai Purus ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap program Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diluncurkan pemerintah pusat untuk memperkuat budaya peduli lingkungan dan mewujudkan Indonesia yang lebih bersih serta berkelanjutan.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Turun ke Pantai Purus, Pimpin Gerakan Bersih-Bersih Massal dan Serukan Perang Melawan Sampah
  • 0

Terkini