![]() |
| Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bundo Kanduang tentang pendidikan karakter anak dan kamanakan |
BUKITTINGGI, politicnewss.id – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, mengajak Bundo Kanduang di seluruh Sumbar untuk semakin memperkuat perannya dalam membentuk karakter anak dan kamanakan sebagai benteng utama menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Seruan tersebut disampaikan Nanda saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bundo Kanduang tentang pendidikan karakter anak dan kamanakan yang digelar di Bukittinggi, Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus dan anggota Bundo Kanduang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Dalam pemaparannya, Nanda menegaskan bahwa Bundo Kanduang memiliki posisi sentral dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, agama, dan moral yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau. Menurutnya, peran tersebut kini semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang memengaruhi pola pikir generasi muda.
“Bundo Kanduang bukan hanya penjaga tradisi, tetapi juga benteng utama dalam membentuk karakter anak dan kamanakan agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki jati diri yang kuat,” ujar Nanda.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan besar bagi generasi muda. Karena itu, pendampingan keluarga, terutama dari sosok ibu dan perempuan dalam keluarga Minangkabau, menjadi faktor penting dalam menanamkan nilai agama, etika, disiplin, serta tanggung jawab sejak usia dini.
Menurut Nanda, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah. Keluarga menjadi sekolah pertama bagi anak dalam memahami nilai-nilai kehidupan yang akan membentuk kepribadian mereka di masa depan.
“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia dan karakter generasi muda menjadi penentu utama kemajuan daerah ke depan,” tegasnya.
Ia juga menilai penguatan peran Bundo Kanduang merupakan langkah strategis untuk menjaga identitas budaya Minangkabau di tengah arus globalisasi. Dengan karakter yang kuat, generasi muda diharapkan mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami peran strategis mereka dalam membina anak dan kamanakan agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangguh, serta memiliki moral yang baik.
Di akhir kegiatan, Nanda mengajak seluruh Bundo Kanduang di Sumatera Barat untuk terus menjadi pelopor pendidikan karakter dalam keluarga dan masyarakat, sekaligus menjaga falsafah hidup masyarakat Minangkabau, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, sebagai pedoman dalam membangun generasi unggul menuju masa depan.
