![]() |
| Gubernur Mahyeldi saat membuka Workshop Peningkatan Profesi Guru Berkelanjutan bertema Higher Order Thinking Skills (HOTS) di SMAN 2 Bukittinggi |
BUKITTINGGI, politicnewss.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa keberhasilan mencetak generasi unggul tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi terutama pada kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan agar mampu melahirkan peserta didik yang kritis, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Workshop Peningkatan Profesi Guru Berkelanjutan bertema Higher Order Thinking Skills (HOTS) di SMAN 2 Bukittinggi, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan guru dari berbagai sekolah di Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran.
Dalam sambutannya, Mahyeldi memberikan apresiasi kepada para guru yang tetap memanfaatkan masa libur sekolah untuk mengikuti pelatihan. Menurutnya, semangat belajar para pendidik menjadi modal penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di Ranah Minang.
"Komitmen para guru untuk terus mengembangkan diri adalah investasi besar bagi masa depan generasi Sumatera Barat. Pendidikan yang berkualitas selalu diawali oleh guru yang terus belajar," ujarnya.
Mahyeldi menekankan, keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya dibebankan kepada peserta didik. Guru memiliki peran strategis sebagai pembimbing, motivator, sekaligus sosok yang mengembangkan potensi setiap anak agar mampu menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat.
Ia juga mengingatkan bahwa profesi guru merupakan pekerjaan yang memiliki nilai pengabdian luar biasa. Menurutnya, ilmu yang diberikan kepada peserta didik akan terus menjadi amal yang mengalir sepanjang hayat.
"Guru adalah pemilik ilmu yang tidak pernah putus. Ilmu yang bermanfaat akan terus hidup melalui para murid, bahkan doa-doa mereka akan terus mengalir kepada gurunya," kata Mahyeldi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sektor pendidikan melalui berbagai program peningkatan kualitas guru serta penyediaan sarana pendukung. Salah satu target yang terus didorong adalah pembangunan asrama di seluruh SMA dan SMK sebagai bagian dari pembinaan karakter peserta didik.
Sementara itu, Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D., menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi bekal utama bagi siswa untuk menghadapi masa depan yang penuh perubahan.
Menurut Fasli, tugas guru saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan peserta didik menghadapi berbagai tantangan baru.
"Yang terpenting bukan hanya meluluskan siswa, tetapi memastikan mereka siap menghadapi dunia kerja dan tantangan masa depan yang terus berubah, termasuk pekerjaan-pekerjaan yang saat ini bahkan belum ada," ujarnya.
Ia juga mendorong para guru menciptakan lingkungan belajar yang aman, terbuka, serta menghargai setiap perbedaan pendapat. Menurutnya, keberanian siswa untuk mencoba, gagal, kemudian bangkit kembali merupakan fondasi lahirnya karakter yang tangguh.
Sebagai penutup kegiatan, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan laptop kepada pihak SMAN 2 Bukittinggi serta memberikan beasiswa kepada sejumlah peserta bersama para narasumber. Acara kemudian ditandai dengan peluncuran produk Paragon SMAN 2 Bukittinggi melalui prosesi pemotongan pita oleh Gubernur Sumatera Barat.
