Iklan

Kabut Asap Selimuti Padang, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Kamis, 03 September 2026, 7:10:00 PM WIB Last Updated 2026-09-03T12:10:41Z

Wakil ketua DPRD Sumbar Nanda Satria 

PADANG, politicnewss.id — Kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Padang membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Kondisi kualitas udara yang menurun menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, yang mengimbau warga lebih mengutamakan kesehatan hingga kondisi udara kembali membaik.


Nanda Satria meminta masyarakat tidak menganggap sepele kondisi kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, penurunan kualitas udara berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan.


Ia menduga kondisi kabut asap di Padang berkaitan dengan asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah sekitar Sumatera Barat.


“Kalau kualitas udara mulai menurun dan kabut asap semakin terasa, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di luar rumah yang tidak terlalu penting sebaiknya dikurangi sementara,” kata Nanda Satria.


Menurutnya, anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki kepekaan terhadap kondisi udara perlu mendapat perhatian lebih. Mereka diimbau tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.


Selain membatasi aktivitas luar rumah, Nanda juga mengingatkan masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, memperbanyak minum air putih serta memastikan waktu istirahat tetap cukup.


“Jangan sampai kita mengabaikan kondisi ini. Di tengah kualitas udara yang kurang baik, daya tahan tubuh harus dijaga. Makan yang bergizi, cukup minum dan istirahat yang cukup,” ujarnya.


Nanda Dorong Pemprov Pertimbangkan WFH


Tidak hanya masyarakat, Nanda Satria juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengambil langkah antisipasi apabila kondisi kualitas udara semakin memburuk.


Salah satu opsi yang dinilai dapat dipertimbangkan adalah penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar.


Menurut Nanda, WFH dapat menjadi langkah sementara untuk mengurangi paparan terhadap udara yang tidak sehat sekaligus menekan mobilitas masyarakat.


“Kalau kondisi udara memang sudah tidak sehat, kita meminta Pemprov mempertimbangkan WFH bagi pegawai. Ini bagian dari langkah perlindungan kesehatan, bukan berarti pelayanan kepada masyarakat dihentikan,” tegasnya.


Ia menilai penerapan kebijakan tersebut tentu perlu disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara serta kondisi pelayanan masing-masing instansi.


Aktivitas Belajar di Sekolah Juga Perlu Dievaluasi


Perhatian serupa, kata Nanda, juga perlu diberikan terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta mempertimbangkan pembelajaran daring apabila kualitas udara berada pada level yang membahayakan bagi aktivitas anak-anak di luar ruangan.


“Anak-anak harus menjadi perhatian utama. Kalau kondisi udara memang tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar secara normal di sekolah, pembelajaran daring bisa menjadi alternatif sementara sampai situasi kembali membaik,” katanya.


Nanda menekankan, keputusan terkait kegiatan sekolah sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru, tetapi berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara dan koordinasi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, sekolah, serta instansi terkait.


Ia juga meminta pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan segera mengambil langkah apabila kondisi kabut asap semakin pekat atau kualitas udara masuk kategori tidak sehat.


Nanda berharap kondisi tersebut segera berlalu sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.


“Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kita berharap kabut asap ini segera berakhir dan kualitas udara di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, kembali normal,” tuturnya.


Nanda Satria juga mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang turut terdampak kabut asap agar melakukan langkah serupa. Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi perhatian bersama, terutama selama kualitas udara masih belum sepenuhnya aman.


“Daerah yang terdampak juga harus mengambil langkah antisipasi. Jangan menunggu kondisi semakin buruk, karena kesehatan masyarakat harus kita dahulukan,” pungkas Nanda Satria.

Komentar

Tampilkan

  • Kabut Asap Selimuti Padang, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
  • 0

Terkini