Iklan

Literasi Jadi Kunci SDM Unggul, Ketua DPRD Sumbar: Pemimpin Lahir dari Budaya Membaca

Selasa, 21 Juli 2026, 6:30:00 PM WIB Last Updated 2026-07-21T11:30:30Z
Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi Tenaga Perpustakaan SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Sumatera Barat

PADANG, politicnewss.id – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa literasi informasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan zaman.


Hal tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi Tenaga Perpustakaan SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Sumatera Barat Angkatan II, Selasa (21/7/2026).


Dalam pemaparannya, Muhidi menekankan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menilai, dan memanfaatkan informasi secara cerdas, kritis, serta bertanggung jawab.


"Membaca bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi fondasi yang melahirkan manusia yang mampu berpikir. Literasi membedakan seseorang yang berpikir dengan yang hanya mengikuti arus. Pemimpin lahir dari budaya literasi," ujarnya.


Menurut Muhidi, membangun SDM unggul harus dimulai dari kebiasaan mengajarkan anak-anak mencintai literasi sejak dini. Literasi informasi, katanya, merupakan kemampuan untuk menyadari kebutuhan informasi, menemukan sumber yang tepat, mengevaluasi kebenarannya, serta menggunakannya secara efektif dengan menjunjung tinggi nilai etika dan tanggung jawab.


Ia juga mengingatkan bahwa budaya literasi telah lama menjadi kekuatan intelektual masyarakat Minangkabau. Tradisi membaca, menulis, dan berpidato telah melahirkan banyak tokoh besar bangsa, seperti Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Agus Salim, Mohammad Yamin, Mohammad Natsir, Hamka, Tan Malaka, hingga tokoh pers Adinegoro.


"Bahkan pada awal abad ke-20, hampir setiap kota kecil di Sumatera Barat memiliki penerbit sendiri. Dari 12 surat kabar berbahasa Melayu saat itu, enam diterbitkan di Padang. Ada pula majalah perempuan dan media pembaruan Islam seperti Al Munir yang diterbitkan Haji Abdullah Ahmad pada 1911. Semua itu menjadi bukti kuatnya tradisi literasi di Ranah Minang," jelasnya.


Muhidi menilai tantangan literasi saat ini semakin kompleks. Masyarakat dihadapkan pada banjir informasi, namun sering kali kekurangan kemampuan untuk memahami dan menyaring informasi secara mendalam. Kebiasaan membaca cepat melalui layar gawai, menurutnya, mulai menggeser budaya membaca yang reflektif dan kritis.


Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun ekosistem literasi yang bermakna. Upaya tersebut tidak cukup hanya dengan meningkatkan minat baca, tetapi juga memperkuat peran perpustakaan sekolah sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan karakter.


"Perpustakaan harus menjadi bagian yang terintegrasi dengan proses pendidikan. Literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga tentang menjadi pribadi yang melek informasi, mampu berpikir kritis, dan siap menjadi pemimpin masa depan," tegasnya.


Melalui Bimtek ini, diharapkan tenaga perpustakaan sekolah mampu menjadi motor penggerak budaya literasi di lingkungan pendidikan, sehingga lahir generasi Sumatera Barat yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di era digital.

Komentar

Tampilkan

  • Literasi Jadi Kunci SDM Unggul, Ketua DPRD Sumbar: Pemimpin Lahir dari Budaya Membaca
  • 0

Terkini