![]() Blue Ocean Minang (BOM) Run 2026 yang digagas Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Padang (IKASMANTRI). |
Bukan sekadar lomba lari, BOM Run dinilai telah menjelma menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan olahraga, pariwisata, komunitas, sekaligus geliat ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, hadir mewakili Gubernur Sumbar untuk melepas para peserta. Pelepasan dilakukan bersama Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang, serta jajaran pengurus IKASMANTRI.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Sumbar yang disampaikannya, Arry mengapresiasi konsistensi IKASMANTRI mempertahankan BOM Run sebagai agenda yang terus berkembang dan memberi warna baru bagi promosi daerah.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat bangga dan berterima kasih kepada IKASMANTRI. BOM Run 2026 menunjukkan bahwa kekuatan komunitas, ketika dibangun dengan kolaborasi, mampu menghadirkan kegiatan berskala besar dengan dampak yang luas bagi daerah,” ujar Arry.
Menurut Arry, efek positif event olahraga seperti BOM Run tidak berhenti pada aktivitas fisik. Kehadiran ribuan peserta dan pendamping turut menghidupkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari hotel, restoran, kuliner, transportasi hingga UMKM.
Ia juga menyoroti pilihan rute yang membawa peserta menyusuri sejumlah kawasan menarik di Kota Padang. Jalur lomba yang melewati kawasan Pantai Padang, Kota Tua hingga Bukit Gado-Gado dinilai menjadi cara efektif memperkenalkan wajah Kota Padang sekaligus potensi wisata Sumatera Barat kepada peserta dari luar daerah.
“Event seperti ini memiliki nilai promosi yang kuat. Peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga melihat langsung keindahan kota, menikmati kuliner dan merasakan suasana masyarakat Sumatera Barat,” katanya.
BOM Run 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian kemeriahan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Momentum tersebut dinilai semakin memperkuat posisi event olahraga sebagai salah satu instrumen promosi destinasi wisata.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut positif pelaksanaan BOM Run. Menurutnya, kegiatan tersebut menghadirkan kesempatan bagi Kota Padang untuk menunjukkan kekayaan wisata, budaya dan kuliner kepada masyarakat dari berbagai daerah.
“Pemerintah Kota Padang mendukung penuh BOM Run 2026. Ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata dan kekayaan kuliner Kota Padang kepada peserta yang datang dari berbagai daerah,” ujar Fadly.
Ia berharap event tersebut terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Peningkatan kunjungan wisatawan, hunian hotel, transaksi UMKM hingga aktivitas pelaku kuliner menjadi bagian dari efek ekonomi yang diharapkan muncul dari kegiatan tersebut.
Dari sisi peserta, BOM Run 2026 dirancang cukup beragam sehingga dapat diikuti berbagai kelompok usia. Kategori yang diperlombakan meliputi 5K, 10K dan 21K atau Half Marathon untuk kategori umum dan master.
Panitia juga menyediakan kategori pelajar 5K, Kids Run 2K, serta kategori khusus lansia 1K Single/Double. Konsep tersebut membuat BOM Run tidak hanya menjadi ajang mengejar podium, tetapi juga ruang untuk membangun gaya hidup sehat dan kebersamaan.
Puncak kegiatan berlangsung semarak dengan penyerahan medali kepada para pelari yang berhasil menempati podium. Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan pengundian berbagai hadiah hiburan bagi peserta.
Rangkaian BOM Run 2026 sendiri telah berlangsung sejak 7 Agustus dan mencapai puncaknya pada race day Minggu pagi. Konsistensi IKASMANTRI menghadirkan event tersebut menjadi bukti bahwa gerakan komunitas dapat berkembang menjadi agenda olahraga yang sekaligus memperkuat promosi pariwisata dan menggerakkan ekonomi daerah.
