![]() |
| Ketua DPRD Sumbar saat reses di Masjid Muhlisin Alai Parak Kopi |
PADANG, politicnewss.id — Persoalan banjir kembali menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga saat Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi melaksanakan reses di Masjid Muhlisin, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Sabtu (22/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait genangan banjir yang masih kerap terjadi, khususnya di kawasan RW 8. Kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu aktivitas masyarakat, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu cukup lama.
Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, kegiatan reses merupakan bagian dari tugas anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat dan menjemput berbagai aspirasi yang berkembang di lingkungan warga.
“Reses ini merupakan kesempatan bagi kami untuk menjemput aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi persoalan dan kebutuhan masyarakat akan kita dengarkan dan kita koordinasikan sesuai dengan kewenangan pemerintah,” kata Muhidi.
Menurutnya, persoalan banjir yang disampaikan warga perlu dilihat secara menyeluruh. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah pengerukan sedimen pada saluran atau aliran air yang mengalami pendangkalan.
Muhidi menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan lurah untuk memastikan kewenangan penanganan, apakah berada di tingkat pemerintah kota atau menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Minimal untuk mengatasi persoalan banjir ini, pengerukan sedimen bisa kita koordinasikan terlebih dahulu dengan lurah. Kita lihat nanti apakah kewenangannya di kota atau provinsi, sehingga penanganannya bisa lebih jelas,” ujarnya.
Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti pada pertemuan reses. Setiap persoalan akan dicatat dan dikomunikasikan dengan pihak terkait agar dapat dicarikan solusi sesuai kemampuan dan kewenangan pemerintah.
Muhidi juga menjelaskan bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD pada prinsipnya diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, usulan yang masuk diharapkan benar-benar berdasarkan kebutuhan dan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Pokir anggota dewan itu semuanya untuk masyarakat. Kita ingin program yang dihasilkan tepat sasaran dan benar-benar bisa diterima serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Padang Utara, Hendrizal, yang mewakili Camat Padang Utara, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Ketua DPRD Sumbar ke tengah masyarakat.
“Berkah bagi kita dikunjungi Ketua DPRD Sumbar. Mudah-mudahan ini memberikan berkah bagi kita semua. Apa yang beliau janjikan dan sampaikan bisa kita bawa pulang dan ditindaklanjuti,” ujar Hendrizal.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang menyampaikan keluhan, tetapi juga membuka jalan bagi penyelesaian persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Bagi warga Alai Parak Kopi, persoalan banjir menjadi perhatian yang cukup serius. Mereka berharap adanya langkah konkret untuk mengurangi risiko banjir, salah satunya melalui pengerukan sedimen yang dinilai dapat membantu memperlancar aliran air.
Kondisi di kawasan RW 8 disebut warga cukup memprihatinkan ketika hujan deras. Air dengan cepat menggenangi kawasan permukiman sehingga masyarakat berharap penanganan dapat dilakukan sebelum persoalan tersebut kembali menimbulkan dampak yang lebih besar.
Melalui reses tersebut, Muhidi memastikan aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam pembahasan dan koordinasi pemerintah. Ia berharap sinergi antara masyarakat, kelurahan, kecamatan, pemerintah kota dan pemerintah provinsi dapat mempercepat penanganan persoalan lingkungan, khususnya banjir yang menjadi keluhan warga.
