Iklan

Revitalisasi Sekolah Diperluas, 920 Satuan Pendidikan di Sumbar Terima Bantuan Rp617 Miliar pada 2026

Selasa, 11 Agustus 2026, 8:06:00 AM WIB Last Updated 2026-08-11T01:06:38Z

 


PADANG, politicnewss.id — Upaya pemerintah memperbaiki kualitas lingkungan belajar di Sumatera Barat terus diperluas. Tahun 2026, sebanyak 920 satuan pendidikan di provinsi ini tercatat mendapat dukungan melalui program bantuan pemerintah untuk revitalisasi sekolah dengan total anggaran mencapai Rp617,24 miliar.


Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, bantuan serupa hanya menjangkau 337 satuan pendidikan dengan nilai sekitar Rp300,06 miliar.


Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyambut positif peningkatan cakupan program tersebut. Ia menilai revitalisasi sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman dan mendukung proses pendidikan peserta didik.


“Ini tentu kabar baik bagi dunia pendidikan Sumatera Barat. Semakin banyak sekolah yang mendapatkan perhatian, semakin besar pula peluang anak-anak kita belajar di lingkungan yang lebih layak,” kata Vasko di Padang, Senin (10/8/2026).


Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berbicara mengenai kualitas tenaga pendidik dan proses pembelajaran. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas belajar mengajar.


Vasko mengatakan, lonjakan jumlah penerima bantuan menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur pendidikan semakin besar.


“Dari 337 satuan pendidikan pada 2025 menjadi 920 pada 2026. Ini peningkatan yang cukup signifikan. Artinya, jangkauan program semakin luas dan semakin banyak sekolah yang bisa mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya,” ujarnya.


Berdasarkan data program bantuan revitalisasi tahun anggaran 2025 dan 2026, total bantuan yang diterima satuan pendidikan di Sumbar pada 2026 mencapai Rp617.241.878.313. Nilai tersebut naik sekitar 106 persen dibandingkan alokasi pada 2025 sebesar Rp300.066.625.429.


Perluasan bantuan juga terlihat pada berbagai jenjang pendidikan. Untuk PAUD, sebanyak 271 satuan pendidikan mendapat bantuan dengan nilai sekitar Rp110,17 miliar. Kemudian 443 SD menerima bantuan sekitar Rp245,73 miliar.


Sementara itu, bantuan untuk jenjang SMP diberikan kepada 142 satuan pendidikan dengan nilai sekitar Rp172,44 miliar. Sedangkan pada jenjang SMA dan sederajat, terdapat 64 satuan pendidikan penerima dengan total bantuan sekitar Rp88,89 miliar.


Kenaikan penerima paling mencolok terjadi pada jenjang PAUD dan SD. Dibandingkan 2025, penerima bantuan PAUD meningkat hingga 774 persen, sementara SD mengalami peningkatan sekitar 228 persen. Untuk SMP, jumlah penerima meningkat sekitar 53 persen.


Vasko menilai peningkatan dukungan terhadap PAUD dan SD memiliki arti strategis karena kedua jenjang tersebut merupakan tahap penting dalam membangun fondasi pendidikan anak.


“Pendidikan harus dibangun dari fondasinya. Karena itu, perhatian terhadap PAUD dan SD sangat penting. Di usia inilah karakter, kebiasaan belajar dan kemampuan dasar anak mulai terbentuk,” tuturnya.


Ia menjelaskan, revitalisasi sekolah bukan semata-mata membangun gedung baru. Bantuan dapat digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas yang sudah mengalami kerusakan atau membutuhkan pembenahan.


Mulai dari ruang kelas, atap, plafon, lantai, toilet, sanitasi, pengecatan hingga penataan lingkungan sekolah menjadi bagian dari kebutuhan revitalisasi yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan.


“Tidak semua sekolah membutuhkan bangunan baru. Ada yang hanya membutuhkan perbaikan atap, toilet, lantai atau ruang kelas. Tetapi bagi sekolah, perbaikan seperti itu sangat berarti karena fasilitas tersebut digunakan setiap hari oleh siswa dan guru,” jelas Vasko.


Ia berharap pelaksanaan program revitalisasi dapat dilakukan secara tepat sasaran sehingga bantuan yang dikucurkan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi sekolah.


Pemprov Sumbar, kata Vasko, siap memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten dan kota dalam mengawal pelaksanaan program tersebut.


“Kita akan terus mendorong sinergi. Pemerintah pusat punya program, pemerintah daerah punya data dan kondisi di lapangan. Kalau semuanya berjalan bersama, bantuan akan lebih tepat dan manfaatnya juga akan lebih terasa,” katanya.


Vasko menegaskan, perbaikan fasilitas pendidikan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Sekolah yang memiliki lingkungan belajar yang baik diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap semangat siswa maupun kenyamanan guru dalam menjalankan proses pembelajaran.


“Ketika sekolah nyaman, anak-anak akan lebih bersemangat belajar dan guru pun lebih nyaman mengajar. Jadi, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi merupakan investasi untuk menyiapkan sumber daya manusia Sumatera Barat,” ujarnya.


Ia berharap program tersebut terus berlanjut sehingga secara bertahap seluruh satuan pendidikan di Sumbar dapat memiliki fasilitas yang memadai.


“Pemerintah harus terus hadir. Apa yang bisa kita selesaikan hari ini, kita selesaikan. Yang belum bisa, kita lanjutkan secara bertahap. Target akhirnya tentu sederhana, semakin banyak sekolah yang layak dan semakin baik pula lingkungan belajar anak-anak kita,” pungkas Vasko.

Komentar

Tampilkan

  • Revitalisasi Sekolah Diperluas, 920 Satuan Pendidikan di Sumbar Terima Bantuan Rp617 Miliar pada 2026
  • 0

Terkini