Iklan

UNP Kenalkan Cara Baru Ajarkan Life Skill Anak, AI Jadi Senjata Guru Susun Pembelajaran

Rabu, 26 Agustus 2026, 6:16:00 PM WIB Last Updated 2026-08-26T11:16:40Z
UNP saat pengabdian Berdampak di TK Pembangunan Laboratorium UNP

PADANG, politicnewss.id— Aktivitas sederhana yang dilakukan anak setiap hari ternyata bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kemandirian. Hal inilah yang didorong Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian Berdampak di TK Pembangunan Laboratorium UNP.


Program yang dilaksanakan pada 25 Juli 2026 itu menghadirkan pendampingan bagi guru dalam menyusun pembelajaran berbasis life skill dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI).


Kegiatan tersebut dipimpin Dr. Serli Marlina, S.Pd., M.Pd. Fokusnya bukan sekadar memperkenalkan teknologi, tetapi bagaimana guru mampu mengubah rutinitas anak menjadi pengalaman belajar yang memiliki tujuan.


Menurut Serli, kemampuan hidup atau life skill pada anak usia dini tidak selalu membutuhkan metode pembelajaran yang rumit.


“Anak belajar dari apa yang mereka lakukan setiap hari. Ketika anak diberi kesempatan untuk mencoba, memilih, menyelesaikan tugas dan bertanggung jawab, sebenarnya di situlah proses pembentukan life skill berlangsung,” kata Serli.


Ia menyebut kegiatan sederhana seperti menyimpan sepatu, menaruh tas, mencuci tangan hingga merapikan mainan memiliki nilai pembelajaran yang kuat apabila dirancang secara tepat.


“Yang penting bukan seberapa kompleks kegiatannya, tetapi bagaimana kegiatan tersebut memberikan ruang kepada anak untuk belajar mandiri sesuai dengan tahap perkembangannya,” ujarnya.


AI Bantu Guru Cari Ide Pembelajaran


Dalam pendampingan tersebut, guru tidak hanya mendapatkan materi mengenai konsep life skill. Mereka juga diajak mempraktikkan pemanfaatan AI untuk membantu menyusun berbagai alternatif kegiatan pembelajaran. Prosesnya dilakukan melalui diskusi, demonstrasi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, presentasi dan refleksi.


Guru terlebih dahulu mengidentifikasi kebiasaan anak yang dapat dijadikan sumber belajar. Setelah itu, AI digunakan untuk memperluas gagasan dan menemukan variasi kegiatan yang dapat diterapkan di kelas. Serli menegaskan penggunaan teknologi tetap harus berada di bawah kendali guru.


“AI bukan untuk menggantikan guru. AI hanya menjadi alat bantu untuk mencari ide dan mengembangkan alternatif pembelajaran. Keputusan akhirnya tetap berada pada guru karena guru yang paling memahami karakter dan kebutuhan anak,” tegasnya.


Rutinitas Anak Diubah Jadi Pembelajaran


Hasil pendampingan kemudian diarahkan pada kegiatan nyata yang dekat dengan kehidupan anak. Mulai dari melepas dan menyimpan sepatu, menaruh tas di loker, menggunakan toilet, mengenakan pakaian, mengancingkan baju, mencuci tangan, makan dan minum sendiri hingga mengembalikan mainan setelah digunakan.


Berbagai kegiatan tersebut dikembangkan untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, pengelolaan diri serta kemampuan anak menyelesaikan tugas sederhana.


Guru juga didorong tidak terburu-buru mengambil alih ketika anak mengalami kesulitan. Sebaliknya, anak diberikan kesempatan untuk mencoba dan mengulang hingga mampu menyelesaikan aktivitas secara bertahap.


“Pendampingan ini membuka cara pandang baru bagi kami. Ternyata kegiatan yang terlihat biasa seperti menyimpan sepatu, mencuci tangan, makan sendiri dan merapikan mainan bisa dirancang menjadi pembelajaran life skill,” ungkap salah seorang guru TK Pembangunan Laboratorium UNP.


Menurutnya, penggunaan AI juga memberikan tambahan referensi bagi guru dalam mengembangkan kegiatan.

“AI membantu kami mendapatkan berbagai alternatif ide. Setelah itu, kami tetap memilih dan menyesuaikannya dengan kondisi serta kebutuhan anak,” katanya.


Tidak Berhenti di Pelatihan


Program Pengabdian Berdampak tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan pelatihan satu kali. Tim PGPAUD FIP UNP bersama guru mitra juga mendorong adanya penerapan, evaluasi dan refleksi secara berkelanjutan.


Perangkat pembelajaran yang telah disusun akan terus disempurnakan berdasarkan hasil penerapan di kelas dan perkembangan anak.


Program ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dapat berkolaborasi langsung dengan satuan pendidikan untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Teknologi AI dimanfaatkan sebagai pendukung, sementara pengalaman nyata anak tetap menjadi pusat pembelajaran.


“Harapannya, guru semakin percaya diri merancang pembelajaran yang kontekstual, sementara anak mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk belajar mandiri melalui aktivitas yang memang dekat dengan kehidupan mereka,” pungkas Serli.

Komentar

Tampilkan

  • UNP Kenalkan Cara Baru Ajarkan Life Skill Anak, AI Jadi Senjata Guru Susun Pembelajaran
  • 0

Terkini