Iklan

Gubernur Mahyeldi Dorong PKK Perkuat Ketahanan Keluarga dan Hadirkan Solusi bagi Masyarakat

Kamis, 03 September 2026, 11:37:00 AM WIB Last Updated 2026-09-03T04:37:50Z

 

Jambore Kader PKK ke-XXII sekaligus peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2026 di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi


BUKITTINGGI, politicnewss.id — Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Sumatera Barat didorong untuk semakin aktif mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi keluarga dan masyarakat. Penguatan peran tersebut dinilai penting karena kader PKK memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat hingga tingkat nagari dan kelurahan.


Pesan itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat membuka Jambore Kader PKK ke-XXII sekaligus peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2026 di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Rabu (2/9/2026).


Jambore yang berlangsung 1–3 September 2026 itu diikuti kader PKK dari 18 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Mengangkat tema “Bersinergi, Berprestasi dan Menginspirasi Melalui 10 Program Pokok PKK, Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para kader untuk memperkuat silaturahmi, bertukar pengalaman, sekaligus meningkatkan kapasitas dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.


Mahyeldi menilai para kader yang hadir merupakan representasi dari orang-orang yang selama ini aktif dan berprestasi di daerah masing-masing. Karena itu, ia meminta momentum jambore tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi dimanfaatkan untuk memperkuat gerakan PKK agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.


“Yang hadir hari ini adalah orang-orang yang berprestasi di daerah masing-masing. Saya berharap pembinaan dan penguatan ketahanan keluarga di Sumbar dapat terus kita tingkatkan,” kata Mahyeldi.


Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal apabila hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk PKK yang memiliki jaringan kader hingga tingkat paling bawah.


PKK dan kelompok Dasawisma, kata Mahyeldi, berada pada posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong perubahan dari lingkungan terkecil.


“Keberhasilan tidak mungkin kita hadirkan tanpa kolaborasi dan sinergi seluruh pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, semua harus mengambil peran,” ujarnya.


Mahyeldi juga meminta 10 Program Pokok PKK terus dikembangkan agar tidak berhenti pada kegiatan rutin. Setiap program harus mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat dan menjawab persoalan yang muncul di tengah masyarakat.


Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah ketahanan pangan keluarga. Kader PKK diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan masing-masing serta menghidupkan kelompok-kelompok pemberdayaan di tingkat nagari dan kelurahan.


Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian Gubernur. Ia menilai pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama rumah tangga. Karena itu, kader PKK dan Dasawisma dinilai dapat menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.


“Sekarang tidak ada pilihan lain selain mengurangi sampah mulai dari rumah dan kantor. Kader PKK dan Dasawisma bisa mengambil peran dalam upaya tersebut,” katanya.


Mahyeldi turut mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar yang telah menerbitkan buku “101 Cara Penanggulangan Sampah”. Buku itu diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi kader untuk mengembangkan berbagai gerakan pengurangan dan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.


Selain persoalan pangan dan lingkungan, Mahyeldi menekankan bahwa penguatan keluarga harus menjadi salah satu fokus utama gerakan PKK. Menurutnya, keluarga yang memiliki ketahanan dan pembinaan yang baik akan menjadi benteng awal dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.


Ia meyakini pelaksanaan 10 Program Pokok PKK secara konsisten hingga tingkat Dasawisma dapat membantu mencegah sekaligus meminimalkan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.


“Kalau 10 Program Pokok PKK benar-benar dijalankan sampai kelompok Dasawisma, kita optimistis berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat dapat diminimalkan,” tuturnya.


Dalam menjalankan perannya, Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya menjadikan nilai agama dan budaya Minangkabau sebagai pijakan dalam membangun karakter keluarga.


“Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, syarak mangato adat mamakai,” ucapnya.


Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumbar Harneli Mahyeldi mengatakan peringatan HKG PKK ke-54 menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen seluruh jajaran PKK dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.


Menurut Harneli, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menentukan pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemberdayaan keluarga harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan.


“Gerakan PKK harus terus memperkuat jati dirinya dengan mengoptimalkan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar Harneli.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi juga menyerahkan Piagam Penghargaan Adhi Bhakti Utama dari Ketua Umum TP PKK kepada Erma Yunita, S.Sos. Penghargaan diberikan atas karya bakti dan pengabdian selama 25 tahun atau lebih secara terus-menerus sebagai kader atau pengurus TP PKK di Provinsi Sumatera Barat.


Rangkaian jambore turut diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara TP PKK Sumbar dan BNNP Sumbar. Selain itu, diberikan bantuan kepada 100 kader PKK dan masyarakat kurang mampu melalui kerja sama dengan BAZNAS Sumbar.


Berbagai perlombaan dan kegiatan peningkatan kapasitas kader juga digelar untuk memperkuat kemampuan sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara kader PKK dari seluruh kabupaten dan kota.


Mahyeldi berharap momentum Jambore Kader PKK dan HKG ke-54 mampu melahirkan gerakan yang lebih aktif, inovatif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.


Ia menegaskan, keberadaan PKK harus dapat dirasakan manfaatnya oleh keluarga, bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi lewat aksi nyata yang mendorong keluarga menjadi lebih sehat, mandiri, tangguh, dan sejahtera.


“Perkuat terus sinergi dan kolaborasi, sehingga 10 Program Pokok PKK benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh keluarga serta masyarakat,” pungkas Mahyeldi.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Dorong PKK Perkuat Ketahanan Keluarga dan Hadirkan Solusi bagi Masyarakat
  • 0

Terkini