![]() |
| Anggota DPRD Sumbar Gustami Hidayat saat bimtek Kapasitas SDM dan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik |
PADANG, politicnewss.id — Peningkatan peran perempuan dalam politik menjadi salah satu upaya yang terus didorong anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Gustami Hidayat, S.Pt., MP. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas SDM dan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik Angkatan II yang digelar di Rocky Plaza Hotel Padang, 15–16 Oktober 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui program pokok-pokok pikiran (pokir) Gustami Hidayat tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan perempuan mengenai politik sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam proses demokrasi dan pembangunan daerah.
Gustami, anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menilai perempuan memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, termasuk dalam menentukan arah kebijakan publik.
Menurutnya, peningkatan kapasitas menjadi salah satu langkah penting agar perempuan semakin memahami hak dan tanggung jawab politik serta memiliki keberanian untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan. Karena itu, kita ingin mendorong agar semakin banyak perempuan yang memahami politik, berani menyampaikan aspirasi, dan ikut mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, partisipasi perempuan dalam politik tidak hanya sebatas memberikan suara pada pemilihan umum. Perempuan juga perlu memiliki pengetahuan yang memadai agar dapat terlibat dalam berbagai proses demokrasi, baik di lingkungan masyarakat maupun dalam lembaga politik.
Melalui bimtek tersebut, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai sistem politik, kepemimpinan, serta pentingnya peran perempuan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Gustami berharap, pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal bagi peserta untuk berperan aktif di lingkungan masing-masing.
“Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Ilmu yang didapat hendaknya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran politik di tengah masyarakat, sehingga perempuan semakin percaya diri dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tuturnya.
Selain meningkatkan pemahaman politik, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong perempuan menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu menentukan pilihan secara bijak serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Lebih jauh, keterlibatan perempuan dalam organisasi kemasyarakatan, partai politik, hingga lembaga perwakilan rakyat dinilai dapat memperkuat keterwakilan masyarakat dalam proses penyusunan kebijakan.
Menurut Gustami, demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk perempuan. Semakin terbuka kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi, semakin besar pula peluang bagi beragam aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan.
Melalui program pokir DPRD Sumbar ini, ia berharap peningkatan kapasitas perempuan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat demokrasi sekaligus mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif.
“Harapan kita, perempuan di Sumatera Barat semakin berani mengambil peran, baik dalam menyampaikan aspirasi, menggerakkan masyarakat, maupun mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan,” tutupnya.
