Iklan

Gubernur Mahyeldi Ajak Alumni UNP Bersinergi Bangun Sumatera Barat

Minggu, 25 Oktober 2026, 7:39:00 AM WIB Last Updated 2026-10-25T00:39:05Z

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi 

PADANG, politicnewss.id — Ikatan alumni Universitas Negeri Padang (UNP) diharapkan tidak hanya menjadi wadah mempererat silaturahmi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan aksi nyata untuk mendorong kemajuan Sumatera Barat. Potensi besar yang dimiliki alumni di berbagai bidang dinilai dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan perekonomian masyarakat.


Harapan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri Temu Akbar Alumni IKIP/UNP Lintas Angkatan 2026 dalam rangka Dies Natalis ke-72 UNP di Auditorium UNP, Sabtu (24/10/2026).


Mengusung tema “Menginspirasi, Berkolaborasi, Membangun Indonesia”, pertemuan ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha. Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai program yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah.


Mahyeldi menilai, alumni UNP memiliki bekal keilmuan, pengalaman, serta jaringan profesional yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menjawab berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, hubungan antara alumni yang berada di ranah dan rantau perlu terus dijaga agar potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang produktif.


“Potensi alumni ini perlu kita perkuat agar memberikan manfaat nyata bagi Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.


Menurutnya, salah satu bidang yang membutuhkan perhatian bersama adalah pendidikan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dengan memastikan proses pendidikan berjalan semakin baik, termasuk melalui peningkatan kompetensi dan kualitas tenaga pendidik.


Mahyeldi berharap UNP beserta para alumninya dapat mengambil bagian dalam upaya tersebut. Sebagai perguruan tinggi yang memiliki pengalaman panjang di bidang pendidikan, UNP dinilai mempunyai peluang besar untuk berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang berkualitas dan mampu menghadapi perkembangan zaman.


Selain pendidikan, Gubernur juga mengajak UNP dan jaringan alumninya ikut mendorong kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat. Dengan jumlah yang mencapai sekitar 740 ribu unit, UMKM memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat jika mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.


“Banyak hal yang bisa dilakukan perguruan tinggi untuk membantu UMKM, mulai dari meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar, memperbaiki kemasan, hingga memperluas akses pemasaran,” ungkapnya.


Mahyeldi menjelaskan, keahlian yang dimiliki berbagai fakultas dan program studi di UNP dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha mengembangkan produk lokal. Pendampingan yang tepat diharapkan membuat produk UMKM semakin kompetitif, memiliki nilai tambah, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.


Ia juga mendorong agar kerja sama antara kampus dan pelaku usaha tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang berkesinambungan. Keterlibatan alumni yang memiliki pengalaman di dunia bisnis dapat menjadi jembatan untuk membuka peluang pemasaran dan memperluas jaringan usaha masyarakat.


Di sisi lain, Mahyeldi mengingatkan pentingnya menyesuaikan kurikulum dan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Perubahan teknologi dan perkembangan industri menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.


Dalam hal ini, alumni dapat berperan menghubungkan dunia akademik dengan dunia usaha melalui penyediaan kesempatan magang, penguatan jejaring profesional, serta masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri.


Mahyeldi turut mengapresiasi keterlibatan UNP dalam mendukung program Sekolah Rakyat melalui penyediaan fasilitas kelas. Program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, yang mengikuti kegiatan secara daring, mengingatkan bahwa dunia kerja tengah mengalami perubahan seiring perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotika, platform digital, serta peralihan menuju ekonomi hijau.


Perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu diantisipasi melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dinilai penting untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pekerjaan di masa mendatang.


Rektor UNP, Krismadinata, juga menempatkan alumni sebagai bagian penting dari perjalanan dan perkembangan universitas. Kiprah para lulusan di tengah masyarakat turut membawa nama almamater sekaligus membuka peluang kontribusi yang lebih luas bagi dunia pendidikan.


Ia mengajak para alumni untuk terus menjaga hubungan dengan UNP dan mengambil bagian dalam mendukung kemajuan kampus. Salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan adalah membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan agar tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan.


Temu akbar ini diharapkan menjadi awal dari semakin eratnya kerja sama antara UNP, alumni, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan menggabungkan keahlian, pengalaman, serta jejaring yang dimiliki, alumni diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperluas kesempatan kerja, mengembangkan UMKM, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Ajak Alumni UNP Bersinergi Bangun Sumatera Barat
  • 0

Terkini