![]() |
| Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat bimtek konvensi hak anak |
PADANG, politicnewss.id — Masjid memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Selain menjadi tempat beribadah, masjid juga dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, menjalin persahabatan, serta mengenal nilai-nilai agama dalam suasana yang menyenangkan.
Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mengajak masyarakat memperkuat peran masjid dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui gagasan satu kelurahan satu masjid ramah anak. Menurutnya, upaya membangun generasi yang berilmu dan berakhlak baik perlu dimulai dari lingkungan terdekat, dengan melibatkan keluarga, pengurus masjid, dan masyarakat.
“Anak-anak kita perlu dibekali ilmu, keterampilan, keimanan, dan pengalaman. Ketika mereka merasa nyaman dengan lingkungannya, proses belajar dan pembentukan karakter akan lebih mudah berjalan,” ujar Muhidi saat bimtek konvensi hak anak di Padang, Jumat (23/10/2026).
Ia mengatakan, kecintaan anak terhadap masjid dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Orang tua dapat mengajak anak datang ke masjid, mengenalkan mereka kepada teman sebaya, serta memberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan keagamaan sesuai usia dan kebutuhan mereka.
Menurut Muhidi, suasana masjid yang ramah dan terbuka akan membantu anak merasa menjadi bagian dari lingkungan tersebut. Dengan demikian, masjid tidak hanya dikenal sebagai tempat beribadah, tetapi juga menjadi tempat yang menyenangkan untuk menambah pengetahuan dan membangun kebersamaan.
“Kita ingin anak-anak merasa dekat dengan masjid. Mari kita mulai dengan mengajak mereka bersama-sama, memberikan ruang untuk berinteraksi, dan menciptakan suasana yang membuat mereka senang datang ke masjid,” tuturnya.
Muhidi berharap gagasan satu kelurahan satu masjid ramah anak dapat dikembangkan melalui kerja sama berbagai pihak. Pembinaan generasi muda, menurutnya, tidak hanya berlangsung di rumah dan sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan masyarakat serta kegiatan positif di masjid.
Ia juga mengharapkan keterlibatan pengurus Majelis Taklim Indonesia (MTI) Kota Padang dan unsur masyarakat lainnya untuk memperkuat kegiatan pembinaan anak dan remaja. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
“Kalau keluarga, masjid, dan lingkungan bisa saling mendukung, insyaallah kita dapat mempersiapkan generasi yang lebih baik. Kita ingin anak-anak tumbuh dengan ilmu pengetahuan, keimanan, dan keterampilan yang menjadi bekal mereka di masa depan,” kata Muhidi.
Ia menyebutkan, Sumatera Barat memiliki banyak tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa, di antaranya Buya Hamka dan Sutan Sjahrir. Menurutnya, semangat dan keteladanan para tokoh tersebut dapat menjadi inspirasi dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan luas, karakter kuat, dan kepedulian terhadap sesama.
Muhidi menilai, upaya membangun generasi berkualitas memerlukan proses panjang dan keterlibatan bersama. Karena itu, pembinaan anak perlu dilakukan dengan pendekatan yang penuh perhatian, disertai lingkungan yang mendukung mereka untuk terus belajar dan berkembang.
“Minangkabau memiliki sejarah melahirkan tokoh-tokoh besar. Kita berharap ke depan akan muncul generasi yang mampu meneruskan semangat tersebut. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menyiapkan lingkungan dan memberikan pembinaan terbaik bagi anak-anak kita,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat secara bertahap. Menurutnya, menghidupkan kegiatan masjid yang ramah bagi anak membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan kemauan untuk saling bekerja sama.
Dengan semangat kebersamaan, keterlibatan masyarakat diharapkan tumbuh secara alami sehingga kegiatan pembinaan anak dapat berjalan secara berkelanjutan. Muhidi mengajak semua pihak melihat upaya tersebut sebagai kesempatan untuk memberikan perhatian dan kontribusi positif bagi generasi penerus.
“Membangun kesadaran memang membutuhkan waktu. Karena itu, mari kita jalani bersama dengan ikhlas. Jika dilakukan dengan niat baik dan semangat kebersamaan, insyaallah upaya ini bisa menjadi bagian dari ibadah sekaligus ikhtiar menyiapkan masa depan anak-anak,” tuturnya.
Muhidi berharap, melalui penguatan peran masjid, anak-anak di Sumatera Barat memiliki lebih banyak ruang untuk belajar, mengenal agama, dan membangun hubungan sosial yang positif.
"Dengan dukungan keluarga, pengurus masjid, dan masyarakat, masjid diharapkan semakin menjadi bagian dekat dari kehidupan anak-anak serta turut mendukung lahirnya generasi yang berilmu dan berakhlak baik," ujarnya.
